Jugun Ianfu dan Hak Asasi Manusia teh kurang lebih tiga hari saya dibawa Tukino ke rumahnya yang berjarak 250 meter dari perkebunan. Di rumah Tukino saya diperkosa dan dipukuli. Berhari-hari saya disekap Tukino di rumahnya, orang tua sempat mencari-cari saya karena saya anak perempuan satu-satunya di keluarga, ketika orang tua akhirnya menemukan saya di rumah Tukino, saya dan orang tua malah dipukuli oleh Tukino. Setelah berada di rumah Tukino selama lima bulan, saya dibawa ke Bandung oleh Tukino dan dimasukan ke Asrama di Cimahi, disana banyak juga teman-teman yang bernasib sama. Sejak itu saya tidak pernah bertemu lagi dengan orang tua”. Kesaksian Ema Kastimah, Jugun Ianfu asal Cimahi, Jawa Barat “Pada waktu Jepang menduduki Indonesia, saya berusia 17 tahun, kemudian serdadu Jepang masuk ke desa Saya, letak asrama serdadu Jepang tidak jauh dari desa tempat tinggal saya. Secara paksa saya diambil oleh serdadu Jepang. Orang tua saya tidak berdaya karena takut diancam serdadu Jepang. Lalu saya dimasukkan ke dalam mobil yang disopiri orang Indonesia. Didampingi serdadu Jepang saya dimasukan ke asrama Jugun Ianfu di Jalan Simpang Cimahi, Bandung”. Kesaksian Emi, Jugun Ianfu asal Cimahi, Jawa Barat “Waktu itu saya berumur 13 tahun saat sedang senam pk 7.00 pagi didepan rumah. Tiba-tiba ada dua tentara Jepang menarik paksa saya untuk ikut bersama mereka. Ternyata saya dimasukan ke asrama di Jalan Simpang Cimahi Bandung. Di tempat itu saya melihat sudah banyak perempuan yang senasib dengan saya kirakira ada delapan orang. Selama di asrama saya kekurangan makan, 41 |

Select target paragraph3