Kronik Jugun Ianfu Asia 1993 The 2nd Asian Solidarity Forum on Militarism and Sexual Slavery diadakan di Tokyo dengan melibatkan aktivis dan Jugun Ianfu dari Korea, Cina, Taiwan, Filipina, Indonesia, Malaysia dan Jepang. Pada forum ini diajukan target advokasi baru yaitu penghukuman terhadap orangorang yang bertanggungjawab dalam perencanaan dan pelaksanaan perbudakan seksual. Februari 1993 Masalah Jugun Ianfu diangkat di UNCHR (United Nations Commission on Human Rights) PBB. 8 Maret 1993 Pemerintah Jepang secara hati-hati mengeluarkan pernyataan yang mengijinkan dikeluarkannya peraturan yang tidak khusus dalam rumah bordil militer yang keberadaannya masih di sangkal oleh Pemerintah Jepang. Pemerintah Jepang masih terus mengelak bahwa keberadaan rumah bordil tersebut bukan bagian dari sistem militer dan bukan pelanggaran terhadap kemanusiaan. April 1993 12 Jugun Ianfu asal Filipina mengajukan gugatan kompensasi 20 juta yen ke pengadilan distrik Tokyo, Jepang. Datang 5 orang pengacara dari negara Jepang yang tergabung dalam Komite hak asasi manusia dari Federasi Asosiasi Advokasi Jepang (Niichi Benderen) ke Indonesia yang bertujuan untuk memberikan informasi dan masukan masalah kompensasi untuk mantan Jugun Ianfu, pada waktu itu juru bicaranya bernama Akira Murayama, serta diinformasikan juga di Jepang pada bulan Oktober simposium tahunan Niichi Benderen. 17 |

Select target paragraph3