Menggugat Negara Indonesia Atas Pengabaian Hak-Hak Asasi Manusia (Pembiaran) Jugun Ianfu Sebagai Budak Seks Militer dan Sipil Jepang 1942-1945 17 Januari 1992 Perdana Menteri Jepang Miyazawa dalam pidatonya di parlemen Korea menyampaikan maaf kepada rakyat Korea. Miyazawa juga menyatakan bahwa kompensasi akibat perang antara Jepang dan Korea telah diselesaikan tahun 1965, meski saat itu masalah Jugun Ianfu belum diakui. Februari 1992 Masalah Jugun Ianfu muncul di komisi hak asasi manusia PBB. Mei 1992 Masalah Jugun Ianfu muncul di kelompok kerja bentuk perbudakan modern PBB. Juli 1992 Gugus tugas untuk Jugun Ianfu Filipina terbentuk di Filipina. Juli 1992 Pemerintah Jepang mengijinkan dibukanya 127 dokumen ke publik mengenai keterlibatan militer Jepang dalam pengelolaan Ian-jo (rumah bordil). Agustus 1992 The Asian Women Networtk of East Asian Countries berdiri di Seoul, Korea Selatan mengajukan laporan kepada Komisi hak asasi manusia PBB. Isu Jugun Ianfu kemudian diangkat dalam sub komisi pencegahan diskriminasi dan perlindungan kelompok minoritas PBB. September 1992 Survivor Jugun Ianfu asal Filipina Rosa Hanson, memberikan kesaksian ke publik di Filipina. Desember 1992 Pembentukan Koalisi Washington untuk Jugun Ianfu di Washington D.C. Berlangsung kesaksian internasional di Tokyo. Survivor Jugun Ianfu dan Romusa (pekerja paksa) memberikan kesaksian mengenai pengalaman mereka. Para ahli hukum internasional mendiskusikan masalah ini berkaitan dengan instrumen hukum internasional. | 16

Select target paragraph3