Kronik Jugun Ianfu Asia
November
1991
Direktur pers kementerian hubungan internasional Jepang,
Mr. Watanabe memberikan pernyataan melalui televisi
NHK bahwa bukti-bukti yang ada tidak cukup menjamin
dilakukannya investigasi soal perbudakan seksual terhadap
perempuan-perempuan Asia.
Desember
1991
Kim Hak-Soon dan Jugun Ianfu asal Korea mengajukan
gugatan hukum terhadap Pemerintah Jepang di Pengadilan
Distrik Tokyo atas penderitaan sebagai budak seks militer
Jepang dan menuntut kerugian-kerugian yang dialami dan
kompensasi lainnya sebagai korban perang.
Desember
1991
Pemerintah Republik Korea meminta Pemerintah Jepang
mengadakan investigasi terhadap masalah Jugun Ianfu.
12 Desember
1991
Pemerintah Jepang memulai melakukan investigasi masalah
Jugun Ianfu.
1992
Pengakuan Tuminah asal Solo yang kali pertama berani
mengakui sebagai Jugun Ianfu, diwawancarai Dr. Rev.
Koichi Kimura.
13 Januari
1992
Sekretaris Kabinet Jepang Kato untuk pertama kalinya
mengakui bahwa tentara kerajaan Jepang terlibat dalam
pengelolaan rumah bordir militer Ian-jo.
16 Januari
1992
Surat kabar Asahi Shimbun mempublikasikan bahwa
Pemerintah Jepang menerima dokumen-dokumen yang
ditemukan Profesor Yoshimi Yoshiaki, seorang sejarawan
dan peneliti Jepang. Dokumen tersebut membuktikan
secara langsung peranan dari militer Jepang dalam
membuat jaringan rumah pelacuran yang selalu didirikan
di sekitar markas militer militer dikenal sebagai Ian-jo.
15
|