II. Kronik Jugun Ianfu Asia
a.
Kronologis perjalanan sejarah Jugun Ianfu Asia
Persoalan perbudakan seksual yang dilakukan militer Jepang sepanjang
perang Asia Pasiik terharap ratusan ribu perempuan Asia dan Belanda
merupakan jejak sejarah pelanggaran hak asasi manusia yang panjang.
Kasus ini sebetulnya sudah mencuat satu tahun setelah perang Asia Pasiik
berakhir, tepatnya saat digelar pengadilan perang di Batavia yang mendakwa
beberapa personil militer Jepang atas nasib 35 perempuan Belanda yang
dipaksa dijadikan Jugun Ianfu di Indonesia, sesaat setelah para perempuan
Belanda itu dimasukan ke kamp-kamp interniran yang tersebar di Indonesia.
Tiga bulan setelah perempuan-perempuan Belanda dijadikan Jugun Ianfu,
Jepang mendapat tekanan politik Internasional. Sehingga militer Jepang
membebaskan Jugun Ianfu asal Belanda untuk dipulangkan ke kamp-kamp
interniran. Tentunya ini bisa dianggap sebuah tindakan diskriminasi terhadap
perempuan-perempuan Asia yang tetap dibiarkan menjadi budak seks
bertahun-tahun kemudian.
Sayangnya pengadilan Batavia hanya memperhatikan nasib perempuan
Belanda, bagaimana dengan ratusan ribu perempuan Asia termasuk Indonesia
yang bernasib sama, mereka dibiarkan tanpa keadilan. Ianjo-ianjo di Indonesia
bukan saja dihuni perempuan-perempuan Indonesia dan Belanda, tetapi juga
perempuan-perempuan yang khusus didatangkan militer Jepang dari Korea,
Taiwan dan Cina.
9
|