SUMAT E R A
Hasilnya, Pengadilan Tinggi menguatkan putusan Pengadilan Negeri.
Masyarakat mengajukan kasasi dan masih proses hingga kini.
Sementara proses tersebut berlangsung, 4 orang HRDs tersebut harus
menjalani hukuman di balik terali besi. AMAN Bengkulu menyatakan
saat ini sudah melaporkan pengadilan ke Komisi Yudisial terkait etika
Hakim yang mengadili kasus tersebut.
Keempat HRDs tersebut harus terpisah dari keluarganya. Hilang sudah
pencari nafkah utama. Kelelahan fisik dan psikis membahana sangat
kuat di Semende. Upaya kriminalisasi ini jelas untuk melemahkan
masyarakat adat Dusun Lame Banding Agung Semende dalam upaya
mereka mempertahankan tanah dan wilayah adatnya. Sebagian besar
turun ke bawah meninggalkan tanahnya dan bekerja serabutan.
Rudianto (33 tahun) misalnya, rumahnya di Batu Betiang dibakar dan
saat ini harus bekerja menjadi pemecah batu kubik. Sehari ia dibayar
sebesar Rp70.000,- untuk kerja berat yang dilakukannya.
“Negara Sebut Suamiku Perambah”
Perempuan bernama Asmala Dewi (49 tahun) tersebut tinggal di Talang
Tengah, Semende Banding Agung. Ibu Asmala Dewi sangat merasakan
ketidakadilan negara dengan menggunakan hukum yang berlaku
terhadap suaminya yang bernama Midi. Midi bersama 3 petani lainya
ditahan pada 23 Desember 2013 dan ditetapkan pengadilan sebagai
penjarah dengan barang bukti cangkul, sabit, dan batang kopi. Menurut
penuturan Ibu Asmala Dewi, semenjak suaminya ditahan ia kehilangan
sandaran hidup. Penangkapan ia dan suami terjadi di tempat tinggalnya
di Talang Tengah.. Proses penangkapan terjadi begitu cepat dan
membuat Asmala Dewi tidak menyangka akhirnya akan seperti ini.
Beragam intimidasi terjadi sebelum penahanan sewenang-wenang dan
tanpa prosedur hukum itu. Pada tanggal 19 Desember 2013, sekitar
pukul 16.30 WIB masyarakat mitra Polhut berjumlah 13 orang dengan
mengenakan baju dinas dan bebas, yang datang dari titik Teluk Agung
(Mekakau-Palembang) bergerak menuju Talang Cemara. Di Talang
Cemara Polhut memasuki rumah salah seorang pemilik rumah tanpa
sepengetahuan pemiliknya. Ketang, si pemilik rumah sedang tidak di
rumah. Rumahnya kosong, Ketang bersama istrinya pergi ke Kecamatan
Nasal untuk belanja keperluan keluarga. Dangau tersebut dibuka secara
79