SUMAT E R A
Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas)/Jaminan Kesehatan Daerah
(Jamkesda) yang kemudian diperbaharui menjadi Badan Penyelenggara
Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Bantuan Operasional Sekolah (BOS),
dan program pembangunan lain semisal Gapoktan (Gabungang
Kelompok Tani) dan Usaha Kecil Menengah (UKM).
Ya, bagi perempuan dan masyarakat adat Dusun Lame Banding Agung
itu semua masih mimpi. Negara bahkan sudah menganggap masyarakat
adat Banding Agung Semende ini tidak ada sehingga diskriminasi
mengemuka, dan ketidakadilan atas pembangunan tercipta.59
Masyarakat tereksklusi dari pembangunan yang ada. Masyarakat
kemudian berupaya mengembangkan mekanisme sendiri untuk bisa
keluar dari situasi tidak adil tersebut secara mandiri. Anak-anak yang
sudah mulai usia sekolah terpaksa dititipkan ke rumah nenek atau
saudaranya di Sawang, Kaur, atau juga tinggal di kamar kos. Yenny
mengatakan.
“Kalau tidak hidup terpisah, anak-anak kami bisa buta huruf”
(Yenny, 30 tahun, Perempuan, Wawancara, 24 Oktober 2014).
Menurut masyarakat, kondisi sekarang pun sudah jauh lebih baik.
Dahulu kala, nenek moyang Dusun Lame Banding Agung Semende
harus 44 kali menyeberangi Sungai Benula yang berliku-liku hanya
untuk mendapatkan garam, pangan, dan sembako. Begitu sudah ada
jalan rintisan yang dibuat, meskipun sudah bersusah payah melalui jalur
itu, sampai di sana masih ada pengusiran terhadap masyarakat adat
Dusun Lame Banding Agung Semende. Hal ini sangat mengecewakan
masyarakat adat. Dibutuhkan empati yang besar terhadap ketidakadilan
yang dialami oleh masyarakat adat di dusun ini dan solusi untuk
mengatasi pembangunan yang sangat tidak berkeadilan.
59
Diskriminasi adalah segala bentuk pembedaan, pengecualian, pembatasan, atau segala
bentuk preferensi yang membedakan orang lain untuk menikmati hak-haknya.
87