SUMAT E R A tersangka.” (Asmala Dewi, Istri Midi, Korban kriminalisasi, Wawancara, 19 Juli 2014). Akibat dari kejadian tersebut, Asmala Dewi menuturkan bahwa ia kini harus menumpang hidup kepada anak perempuannya. Ia juga tidak bisa ke kebun lagi sehingga perekonomian yang semula tidak bergantung pada siapa pun kini harus bergantung kepada anak. Di samping itu, ia juga harus terjebak hutang karena setiap minggu harus menjenguk suaminya, Midi, di lembaga pemasyarakatan (lapas). Dampak dan Kerusakan Psikis PascaKriminalisasi HRDs Pada Keluarga Korban Adalah Yenny Hartatiati, 30 tahun, anak perempuan tertua dari Midi, 55 tahun. Yenny sudah menikah dengan Zulkarnain, 32 tahun. Yenny memiliki adik laki-laki bujang berumur 20 tahun dan adiknya yang terkecil masih kelas 6 SD. Ibu Yenny bernama Asmara Dewi berumur 45 tahun, Saat ini Yenny bersama suaminya Zulkarnain harus menanggung biaya kehidupan ibu dan adik-adiknya, termasuk kehidupan bapaknya di penjara. Saat ini bapaknya sedang di penjara di Kabupaten Kaur. Bapak Yenny harus menjalani hukuman penjara selama 3 tahun, dan denda 1,5 milyar karena Pengadilan Bintuhan, Kabupaten Kaur menghukumnya bersalah sebagai “perambah” di TNBBS. Bersama 3 orang temannya yang lain, Midi sudah menjalani hukuman penjara hampir setahun. Meskipun saat ini Midi lewat pengacaranya sedang mengajukan banding ke Mahkamah Agung, namun ia harus menjalani hukuman tersebut. Jaksa sempat mengajukan upaya damai kepada keluarga korban, asalkan keluarga korban mau membayar sebesar Rp6.000.000,- /orang, namun harus menanda tangani surat bahwa korban menyetujui menyerahkan lahan pertanian dan wilayah adatnya kepada TNBBS. Korban meradang dan menolak negosiasi. Pengadilan memutuskan putusan tanpa mempertimbangkan rasa keadilan pada korban dan serta beragam bukti yang ditampilkan oleh pengacara korban. Di tengah tuturannya, Yenni menahan isak. Ia menuturkan bagaimana ibunya menjadi trauma dan stres. Saat ini ibunya selalu dalam kondisi sakit-sakitan sebagai bentuk trauma: sakit kepala, sakit telinga, badan pun lemas, dan mulai semakin mengurus. Hampir setiap dua hari sekali Yenny harus membawa ibunya ke Bidan atau ke Dokter untuk berobat. 83

Select target paragraph3