3.1.1.3 MEDIASI HAM OLEH BAGIAN DUKUNGAN MEDIASI A. Data Kasus Pada tahun 2018, Bagian Dukungan Mediasi menerima 126 kasus baru, yang berasal dari Bagian Dukungan Pelayanan Pengaduan sebanyak 112 kasus dan Bagian Dukungan Pemantauan dan Penyelidikan sebanyak 14 kasus. Selain kasus baru tersebut, Bagian Dukungan Mediasi pun masih menangani 685 kasus dari tahun- tahun sebelumnya yang belum dinyatakan selesai atau ditutup. Dalam proses penanganan terhadap kasus tersebut selama tahun 2018, terdapat 168 kasus yang sudah ditutup baik terhadap kasus baru maupun kasus lanjutan dari tahun-tahun sebelumnya. Tabel 3.8 Data kasus Tabel 3.9 Isu kasus 37 Berdasarkan identifikasi data kasus yang diterima di tahun 2018, adapun tipologi kasus yang diterima antara lain: 1. Isu kasus Isu kasus yang paling banyak diadukan pada tahun 2018 adalah isu lahan sebanyak 52 kasus, isu ketenagakerjaan sebanyak 40 kasus dan isu penggusuran sebanyak 12 kasus. Beberapa latar belakang penting timbulnya kasus dengan isu lahan antara lain didorong oleh tumpang tindih klaim atas kepemilikan dan pengelolaan lahan serta kasus pembayaran atas kompensasi penggunaan lahan oleh korporasi dan Negara sebagai konsekuensi logis atas perluasan usaha korporasi dan pembangunan infrastruktur yang merupakan proyek pemerintah dibidang infrastruktur. Sementara itu di bidang ketenagakerjaan, timbulnya kasus mayoritas dilatarbelakangi oleh pemutusan hubungan kerja sepihak, ketidak sesuaian dalam pemberian upah, tunjangan lainnya serta pelarangan berorganisasi dan mogok kerja. Selanjutnya terkait isu penggusuran dilatarbelakangi oleh adanya pembiaran atau ketidaktegasan dari Pemerintah atau Korporasi selaku pemilik lahan atau bangunan dalam waktu lama, sehingga masyarakat yang menempati lahan atau bangunan secara ilegal merasa sudah memiliki dan melakukan banyak perubahan terhadap aset yang mereka kuasai. Selain itu penggusuran dilatarbelakangi adanya kebutuhan lahan atau akses untuk kepentingan fasilitas umum, misalnya pembangunan jalan tol, bandara, pelabuhan dan lain-lain. Laporan Tahunan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia 2018

Select target paragraph3