Pembangunan-pembangunan yang memicu konflik ini, tak semuanya dikerjakan pemerintah melalui BUMN/BUMD, sebagian besar proyek menggandeng pihak swasta dengan investor hingga ke negeri Cina. Bandara di Majalengka contohnya, investor dari pembangunan bandara itu adalah perusahaan asal Cina bernama China Fortune Land Development, Co. Ltd. Ia adalah perusahaan pengembang berbasis di Beijing, yang fokus dalam membangun kota-kota industri. Dana untuk membangun Waduk Jatigede juga berasal dari pinjaman Loan Bank Exim China. Total dana untuk membangun waduk ini senilai Rp 4 triliun, sebesar 90 persennya berasal dari Bank Exim, sedangkan sisanya dari pemerintah11. Beberapa konflik yang menonjol antara lain terkait dengan pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta terkait dengan penolakan warga pesisir selatan Kecamatan Temon yang tergabung dalam Wahana Tri Tunggal karena mengakibatkan pemukiman, sawah, maupun ladang tergusur dan mengancam kelangsungan hidup masyarakat. Penolakan bandara Kulon Progo juga mengakibatkan dilaporkannya dua tokoh paguyuban Wahana Tri Tunggal ke Polres Kulon Progo dan beberapa kali terjadi bentrokan. Selain itu, dari Cirebon, Jawa Barat warga Pe­ ngadu melaporkan tentang tindakan PT CEP yang melakukan penyerobotan lahan milik warga dengan membayar ganti rugi yang tidak sesuai. Bahkan sebagian warga ada yang belum mendapatkan/menerima ganti rugi. Atas tindakan PT CEP tersebut, warga harus kehilangan tanah dan sumber mata pencarian. Pembangunan bendungan juga tidak luput dari masalah, Ketua Kelompok Tani dengan anggota 118 (seratus delapan belas) warga Desa Paselloreng, Kecamatan Gilireng, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan melaporkan pengadaan lahan yang dibutuhkan sekitar 1.849 Ha terutama mengenai mekanisme dan besaran ganti rugi yang diberikan pemerintah, serta adanya pelaporan intimidasi ke Kepolisian12. 11. Proyek Infrastruktur Jokowi Jadi Biang Konflik, diakses dari https://tirto.id/proyekinfrastruktur-jokowi-jadi-biang-konflik-agraria-b5yx 12. Diolah dari laporan pemantauan Komnas HAM RI 5

Select target paragraph3