jangan sampai besok atau lusa itu dirobohkan. Saya mengatakan begitu karena pengalaman di kampung saya, hal-hal seperti itu bisa menjadi masalah soal pembangunan masjid bisa ribut satu kota itu. Tiap Jumat khatibnya ngomong terus tentang itu semua. Padahal mungkin sudah dibangunkan masjid penggantinya yang jauh lebih besar. Jadi, pendekatan sosial budayanya ini menjadi penting. Nah, Komnas HAM sesuai dengan mandat Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, kami tidak hanya melakukan pemantauan. Tugas kami itu biasanya tidak hanya melakukan pemantauan tentang peristiwa Mei, September lalu ada demo yang kemudian ada orang meninggal, peristiwa kekerasan, maka kami turunkan tim pemantauan. Lebih tinggi dari itu ada penyelidikan. Sekarang punya dua lagi, satu di Aceh satunya di Papua yang sedang kita selesaikan. Tapi di luar yang biasanya diliput oleh media bahwa Komnas HAM membuat laporan hasil investigasi peristiwa Mei. Wah itu, kantor kami dipenuhi oleh media jurnalis. Nah, bagian mediasi ini yang sebetulnya sangat substantif, sangat jarang terpublikasi. Orang nggak tahu bahwa salah satu yang sering kita lakukan adalah mediasi konflik pertanahan akibat ada pembangunan infrastruktur, salah satunya adalah jalan tol. Ada puluhan kasus yang diadukan. Salah satu kasus sebelum lebaran lalu ada yang mengancam untuk bermalam di kantor Komnas HAM. Kenapa? Karena mereka bingung menyampaikan keluhan-keluhannya itu. Inilah yang kita kira meskipun ada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum, saya kira sensitifitas HAM kita sebagai manusia terutama hak ekonomi, sosial, budaya dan masyarakat ini menjadi sangat penting. Kita tidak mengatakan Undang-Undang yang salah, itu suatu fakta hukum yang keberadaannya kita atur. Tadi kita melihat ada fenomena lain. Masyarakat merasa dirugikan, sebagaimana contoh yang saya katakan tadi. Kadang kala diselesaikan tidak semata-mata dengan pendekatan hukum tapi pendekatan sosial-budaya. Sehingga konsultasi nasional ini menjadi sangat penting termasuk juga faktor-faktor lain. Tapi yang pasti, sebagaimana tadi saya ambil contoh sikap konsultan, Pak Gubernur DIY berkali-kali katakan, saya tidak mau pembangunan bandara ini menyengsarakan rakyat saya. Ini menjadi pintu masuk bagi kesejahteraan masyarakat saya. Karena rakyat ini adalah rakyat saya. Hal| 46

Select target paragraph3