88
BAHAN BELAJAR
tindakan, maka selangkah di depan akan
sudah terbuka lebar gerbang bagi lahirnya
pendiskriminasian.
Kemunculan stereotipe
ini mungkin hanya karena
ada segelintir orang dari
kelompok atau golongan
tertentu yang kebetulan
memiliki sifat dan kecenderungan yang sama,
Kita mungkin sering mendengar
pernyataan (atau bahkan kita pernah
mengatakannya), orang Padang itu pelit,
seperti orang Cina, sangat hitungan, tukang
cari untung; orang Sunda itu pemalas, tukang
kawin; orang Jawa itu pendendam, “suka lain
di mulut lain di hati”; orang Madura itu kasar,
pemarah, jika menyelesaikan masalah selalu dengan jalan kekerasan; orang
Batak itu rentenir, tidak berperasaan; orang Islam itu teroris, tukang buat onar;
perempuan itu sangat perasa, emosional, tidak akan bisa untuk jadi pemimpin;
laki-laki itu fisiknya kuat dan sangat rasional; dan banyak lagi yang lainnya.
Itulah yang disebut stereotipe: melekatkan cap-cap tertentu, predikatpredikat tertentu, atau penilaian-penilaian tertentu pada segolongan atau
sekelompok orang, pada suku dan etnis tertentu, pada budaya tertentu,
pada agama tertentu, pada gender tertentu, dan lain sebagainya. Stereotipe
ini sebenarnya adalah sebuah konstruksi sosial: proses bentukan sosial yang
dibangun oleh suatu kenyataan sosial yang sangat parsial dan permukaan,
bahkan mungkin juga lahir dari tuduhan-tuduhan dan kecurigaan-kecurigaan
yang tidak berdasar.
Kemunculan stereotipe ini mungkin hanya karena ada segelintir
orang dari kelompok atau golongan tertentu yang kebetulan memiliki sifat
dan kecenderungan yang sama, namun sifat dan kecenderungan yang sama
itu dengan serta-merta kemudian dilekatkan pula, digeneralisasikan, dan
disamaratakan tanpa kecuali untuk semua anggota kelompok atau golongan
tersebut.
Ketika di dalam kenyataan ditemukan ada beberapa orang Padang atau
orang Cina yang pelit, sangat perhitungan, suka cari untung, misalnya, maka
kemudian disebutlah bahwa semua orang Padang atau orang Cina itu pasti
pelit, sangat perhitungan, dan tukang cari untung. Begitu pun hal yang sama
akan terjadi juga dengan yang lainnya: hanya karena ada beberapa orang Batak
yang berprofesi sebagai rentenir, maka kemudian disebutlah semua orang Batak
MA N UA L P E L AT I H A N DA S A R H AM
: PEGANGAN PARTISIPAN - K O M N A S H A M 2 0 1 5