Panduan Pelaksanaan untuk Rencana Aksi Regional tentang Pembela Hak Asasi Manusia ‘Sistem Peringatan Dini’ (SPD) merupakan perangkat yang diterapkan untuk memantau, mendeteksi, dan memprediksi situasi saat PHAM mungkin dalam kondisi rentan atau berisiko. Saat ancaman tersebut teridentifikasi, SPD dapat memberitahu Anda tentang potensi pelanggaran di masa mendatang sehingga Anda dapat mengambil langkah untuk mencegah atau merespons ancaman tersebut.49 Karena fungsi SPD umumnya menganalisis data dan indikator yang ditetapkan sebelumnya, SPD dapat mendeteksi pola, potensi krisis perlindungan, faktor-faktor yang mendukung serangan, serta periode dan area dengan tingkat kerentanan terbesar. Seperti yang tercantum pada awal Panduan ini, prinsip utama untuk tiap SPD adalah keamanan komunikasi dengan PHAM. A. Pentingnya SPD50 PHAM telah menekankan pentingnya langkah preventif, bukan reaktif.51 Meskipun pelanggaran dihentikan di tengah jalan atau pelakunya dikenai sanksi, masih akan ada konsekuensi buruk pada integritas korban dan juga pada masyarakat. Bukan semata karena serangan itu sendiri, namun juga karena kelelahan emosional dan waktu yang digunakan untuk mencari keadilan. Dengan informasi sebelumnya dan pemantauan terus-menerus, deteksi ancaman pada tahap awal dan tindakan sigap dapat dilakukan untuk mencegah, bukan merespons, serangan dan pelanggaran. Organisasi hak asasi manusia telah mengakui pentingnya menyiapkan sistem guna menganalisis kemungkinan pola serangan, agresi, dan kendala yang dihadapi oleh PHAM.52 Selain mencegah serangan tertentu, SPD dapat melacak serangan terhadap PHAM dan menganalisis polanya. Informasi yang dihasilkan dapat digunakan untuk memandu kebijakan publik yang berorientasi HAM. Juga dapat mengubah budaya keamanan sipil, dari salah satu budaya daya tanggap dan improvisasi, menjadi budaya pencegahan. LNHAM Anda juga dapat menarik perhatian masyarakat internasional dengan informasi ini (baca Aksi Nasional 7).53 B. Fungsi SPD SPD sangat penting dalam merespons konteks nasional dan risiko spesifik yang dihadapi oleh PHAM, dan ini berarti bahwa sistem itu sendiri akan sangat berbeda antara satu negara dengan negara lainnya. Panduan ini akan fokus pada bentuk SPD yang disebutkan dalam RAR, serta menyediakan sejumlah panduan umum tentang SPD. SPD yang berupaya mencegah pelanggaran terhadap PHAM harus memiliki personil yang berpengalaman dan terlatih terkait risiko yang dihadapi oleh PHAM, memahami konteks di mana PHAM melaksanakan kegiatannya, faktor-faktor yang menimbulkan risiko dan meningkatkan serangan, serta cara yang tepat untuk mengatasi risiko tersebut.54 Secara umum, fungsi SPD dibagi menjadi tiga fase yaitu pemantauan, analisis informasi (penilaian risiko), dan pemberitahuan.55 Fase pemantauan adalah fase untuk mendeteksi potensi risiko, dan mencakup mengambil data dari lapangan, dari konteks di mana PHAM melaksanakan kegiatannya. Data yang didapatkan lalu dianalisis dan didaftarkan menurut kumpulan indikator yang ditetapkan sebelumnya kemudian dianalisis dan dilaporkan agar tindakan dapat diambil.56 28 49 https://irb-cisr.gc.ca/en/country-information/research/Pages/honduras-attach.aspx Pasal 17 50 https://protectioninternational.org/wp-content/uploads/2013/04/Best-Practices-and-Lessons-Learnt.pdf hal. 51, 182, 192 51 https://www.protectioninternational.org/sites/default/files/2017-Roundtable-report-EN.pdf hal. 9 52 https://www.oas.org/en/iachr/jsForm/?File=/en/iachr/media_center/preleases/2021/106.asp (hal. 14 dalam panduan) 53 https://protectioninternational.org/wp-content/uploads/2013/04/Best-Practices-and-Lessons-Learnt.pdf hal. 51, 182, 192; http://acuddeh.org/IMG/pdf/ini_lg_periodistas_y_defensores_de_ddhh-final.pdf Art. 99 54 https://www.oas.org/es/cidh/R/DDDH/Guias/GuiaPractica_DefensoresDDHH-v3_SPA.pdf hal. 25 55 https://www.oas.org/es/sap/pubs/GuiaAlerta_s.pdf hal. 16 56 https://www.oas.org/es/sap/pubs/GuiaAlerta_s.pdf hal. 30

Select target paragraph3