adalah proporsi calon siswa perempuan
dan proporsi calon siswa laki-laki dalam
kelompok usia yang sama yang mendaftar di
sekolah tersebut. Norma non diskriminasi dan
kesetaraan, menitikberatkan tidak sekedar
aspek ketersediaan, tetapi juga akses
terhadap sarana dan layanan.
F
Mengetahui Jenis-jenis Indikator
Sebagaimana disebutkan dalam Bab 1,
indikator HAM terdiri dari tiga jenis, yaitu
indikator
struktural,
indikator
proses
dan indikator hasil. Maka penting untuk
mengetahui adanya tiga jenis indikator
tersebut dalam mengembangkan indikator
HAM.
Indikator Struktur merupakan upaya yang
dilakukan dalam mengukur komitmen negara
selaku pemangku kewajiban dalam upaya
menyediakan infrastruktur yang kondusif
bagi pemenuhan HAM. Komitmen ini dapat
berupa kebijakan dalam bentuk regulasi
yang mengadopsi standar HAM internasional
ataupun dalam bentuk strategi dan kebijakan
yang berkaitan dengan hak yang diukur,
contohnya adalah dengan pembentukan
lembaga nasional terkait.22
Indikator Proses adalah sebuah indikator yang
dirancang dalam rangka mengukur upaya
atau langkah-langkah yang telah dilakukan
oleh negara dalam memenuhi kewajibannya
terhadap hak yang dimonitor. Indikator ini
dinilai lebih sensitif terhadap perubahan
ketimbang indikator hasil23. Indikator proses
umumnya melihat tersedianya lembagalembaga yang mengawasi mekanisme
pemenuhan hak.
Indikator Hasil atau indikator dampak
(indikator outcome) adalah sebuah indikator
yang dibangun untuk mengukur capaian dari
penikmatan suatu hak. Contohnya adalah
proporsi kursi parlemen yang diduduki oleh
perempuan (indikator tujuan pembangunan
milenium) bagi hak untuk berpartisipasi
dalam urusan-urusan publik.
22
23
Kantor Komisi Tinggi HAM PBB (2007), Menggunakan Indikator dalam memajukan dan memonitor Pelaksanaan HAM: Beberapa Pertanyaan
dan Jawaban”
Kantor Komisi Tinggi HAM PBB (2007),” Menggunakan Indikator dalam memajukan dan memonitor Pelaksanaan HAM: Beberapa Pertanyaan
dan Jawaban”
Tahap Menyusun Indikator
Beberapa prinsip dasar, konsep dan
pendekatan yang telah terpaparkan di atas
merupakan dasar yang menjadi sandaran
bagi
proses
pembangunan
indikator.
Pemahaman terhadapnya merupakan hal
yang sangat menentukan bagi penyusunan
indikator itu sendiri. Pemahaman tersebut
selanjutnya diturunkan dalam langkahlangkah penyusunan indikator sebagaimana
bagan di bawah ini.
22
Kantor Komisi Tinggi HAM PBB (2007), Menggunakan Indikator dalam memajukan dan memonitor Pelaksanaan
HAM: Beberapa Pertanyaan
23
ibid
SEBUAH PENGALAMAN KOMNAS HAM | 17