8 Pet ik an Pembel a ja r a n I n kui r i N a si o n a l Dimana saja Inkuiri pernah dilakukan? Proses Inkuiri Nasional telah dikembangkan oleh beberapa Komnas HAM di kawasan Asia Pasifik. Hal tersebut dinilai sangat bermanfaat dalam mendukung penyelidikan berbagai pelanggaran HAM yang terjadi dengan pola sistematis dan kompleks. Manual Inkuiri Nasional yang disusun oleh Raoul Wallenberg Institute menyebutkan bahwa sejumlah negara yang telah berhasil melakukan Inkuiri Nasional. Pengalaman negara-negara lain tersebut patut dicatat sebagai bahan pembelajara. Beberapa yang menarik yang diceritakan, antara lain. A ustralia pada tahun 1995—1997 telah melakukan Inkuiri Nasional tentang pemisahan anak-anak Aborigin dari keluarganya. Inkuiri Nasional ini dilakukan oleh HREOC – Human Rights and Equal Opportunity Commission, Australia. Dari Laporan yang dikeluarkan pada tahun 1997, yang berjudul “Pulangkan Mereka” (Bringing them home), HREOC mendokumentasikan pengalaman historis Inkuiri Nasional yang berlangsung selama dua tahun terhadap salah satu praktik pelanggaran HAM sistematis yang paling serius yang pernah terjadi di Australia, terhadap orang Aborigin Australia dan penghuni Kepulauan Selat Torres. Praktik ini sah secara hukum dan dijalankan di seluruh negara bagian dan wilayah Australia, menurut kebijakan asimilasi yang disepakati secara nasional. Kebijakan ini mengatur agar orang-orang Aborigin dan penghuni Kepulauan Selat Torres terserap oleh masyarakat Australia yang dominan sehingga kehilangan budaya nenek moyang dan identitas mereka. Selama 200 tahun, sejak pendudukan Eropa pertama kali sampai tahun 1970, puluhan ribu anak-anak penduduk asli dipindahkan secara paksa dari keluarga dan komunitas mereka di Australia. Mereka dikenal dengan istilah “generasi yang dirampas” (the stolen generations). Penduduk asli Australia telah lama menganggap kebijakan dan praktik ini sebagai salah satu kejahatan terberat yang dilakukan terhadap mereka dan mengakibatkan penderitaan yang mereka alami. Mulailah menceritakan kisah mereka ke masyarakat yang lebih luas dan mencari kebenaran dan keadilan. Mereka juga mencari informasi melalui dokumen-dokumen, maupun bantuan pemerintah untuk bisa mempertemukan kembali anggota keluarga yang terpisah. Pada tahun 1994, pada konferensi “Kembali ke Rumah” (Going Home) yang diadakan di Darwin, lebih dari 600 peserta menceritakan kisah mereka dan mendiskusikan proses rekonsiliasi bagi mereka yang terpengaruh

Select target paragraph3