b.
Jawa Barat
Pertemuan Tim Pilkada Komnas HAM dengan KPU Kabupaten Garut
KPU Provinsi Jawa Barat telah menetapkan jumlah DPT sebanyak 31.730.042 pemilih atau
meningkat sekitar 30.000 pemilih dibandingkan data DPS (Maret 2018) sejumlah 31.708.330
pemilih, terdiri 15.941.296 pemilih laki-laki dan 15.767.034 pemilih perempuan. Persoalan
ancaman hilangnya hak pilih (right to vote) tetap diakui oleh KPU Provinsi Jawa Barat.
Berdasarkan rekap daftar pemilih potensial non KTP-el per 17 Maret 2018 yang ditetapkan
oleh KPU sebanyak 923.985 pemilih (L=484.948, P=439.037). Dari jumlah tersebut yang
sudah melakukan perekaman baru 486.360 pemilih, dan yang belum melakukan perekaman
371.439 pemilih, sedangkan data in valid 92.276 pemilih.
KPU Provinsi Jawa Barat bukanya berpangku tangan atas persoalan ini, dengan menerapkan
teknologi informasi dengan konsep SIJALIH (Sistem Informasi JABAR Memilih) yaitu aplikasi
Geographic Information System (GIS) berbasis TPS. Program tersebut berupaya memberikan
kemudahan bagi pemilih agar mengetahui terdaftar di TPS (Tempat Pemungutan Suara) mana,
alamat dan letak TPS, akhir penghitungan suara dan mengetahui hasil perolehan suara lebih
awal. Diharapkan maka hak pilih warga bisa dilayani sejak awal dan sampai hasil pemilihan
dapat terdokumentasi dengan baik. Akan tetapi, sistem tersebut lebih tepat untuk memberikan
askes bagi pemilih yang sudah terdaftar dalam DPT, bukan membantu identifikasi warga yang
belum terdata dan bagaimana solusinya.
59
PILKADA RAMAH HAM • CATATAN KOMNAS HAM PILKADA 2018
Kontestasi pilkada serentak 2018 di Jawa Barat semakin menarik, tidak hanya menyangkut
soal pemilihan Gubernur – Wakil Gubernur akan tetapi pemimpin daerah di 16 (enam belas)
kabupaten/kota yang meliputi Kota Bekasi, Kota Cirebon, Kota Sukabumi, Kota Bandung, Kota
Banjar, Kota Bogor, Kab Purwakarta, Kab Bandung Barat, Kab Sumedang, Kab Kuningan,
Kab Majalengka, Kab Subang, Kab Bogor, Kab Garut, Kab Cirebon, Kab Ciamis. Selain itu,
Provinsi Jawa Barat merupakan wilayah dengan penduduk yang paling banyak sekitar 48 juta
jiwa dengan potensi pemilih 32 juta jiwa.