disesuaikan dengan situasi dan kondisi di daerah. Komunikasi yang harus diaktifkan adalah komunikasi antara rumah sakit dan KPUD. Kemenkes menyatakan bahwa potensi pelanggaran hak konstitusional di rumah sakit sangat kecil sepanjang komunikasi antara rumah sakit dan KPUD itu berjalan, terkecuali untuk pasien gangguan jiwa, koma atau sedang operasi. b. Terkait kesiapan jajaran Kemenkes dalam pelaksanaan Pilkada, dari data di 8 Provinsi, ketersediaan tempat tidur di rumah sakit atau rumah sakit rawat inap atau pelayanan kesehatan, sudah mencukupi. Ketersediaan tempat tidur maupun sarana pelayanan dari tingkat Puskesmas maupun rumah sakit dari data yang Kemenkes miliki memadai.Kecuali di Papua, yang perlu distressing karena adanya potensi konflik dll. PILKADA RAMAH HAM • CATATAN KOMNAS HAM PILKADA 2018 36 Kepolisian RI, merespon beberapa hal terutama terkait antisipasi kerawanan di setiap tahapan Pilkada, dan kendala terkait pendataan tahanan sebagai berikut : a. Kepolisian menyampaikan bahwa polda yang mempunyai ruang tahanan ada 33 Polda, 461 Polres, dan sekitar 5000 Polsek. Perbedaan antara Lapas dengan tempat tahanan di Kepolisian adalah tahanan di Kepolisian lebih dinamis karena lama penahanan sangat terbatas mulai dari 20 hari, 60 hari, sampai 90 hari. Karena sangat dinamis itulah, kepolisian meminta agar adanya koordinasi dengan KPUD yang ada di wilayah tersebutagartidak ada tahanan/narapidana yang kehilangan hak suaranya. Tentu dengan ketentuan-ketentuan dari KPU. Pilkada-pilkada sebelumnya, biasanya tahanan yang berada di Polsek akan melakukan pemilihan di rutan dengan mendatangkan petugas dari KPU. Sedangkan untuk tahanan di Polres biasanya melakukan pemilihan di TPS terdekat. b. Polri sudah membuat perencanaan dalam berbagai skenario untuk menghadapi pitensi-pontensi konflik sosial yang mungkin terjadi selama pilkada. Perencanaan tersebut diantaranya membentuk Satgas dan operasi kepolisian. Satgas yang dibentuk oleh Polri yaitu Satgas Nusantara, Satgas anti money politic dan Operasi Mantap Praja. Satgas Nusantara dibentuk dalam upaya untuk meminimalisir isu-isu terkait dengan ujaran kebencian dan penggunaan isu sara dalam Pilkada. c. Satgas Nusantara memiliki empat sub satgas, yaitu: • Sub Satgas Managemen Sosial, tugasnya bersama dengan tokoh masyarakat, tokoh agama dan komponen masyarakat mendinginkan situasi. Juga mendeteksi apakah ada kemungkinan peristiwa akan memunculkan suatu gejolak sosial dll. • Sub Satgas Manajemen Media. Tugasnya membuat suatu program naratif terhadap berita-berita yang sifatnya hoax, dan ujaran kebencian. Juga memberikan meme yang positif agar Pilkada kondusif serta himbauan yang positif termasuk himbauan agar warga menggunakan hak pilihnya. • Sub Satgas Kemitraan. Kemitraan dilakukan dengan tugas-tugas fisik dan non fisik. Non fisik misalnya kegiatan keagamaan, istiqosa, takbir akbar, di gereja kegiatan dengan Pendeta dll yang dilakukan secara berkala dan rutin. Sedangkan kegiatan yang fisik, bakti sosial,

Select target paragraph3