Panduan Pelaksanaan Penyelidikan Nasional terhadap Pelanggaran HAM dengan Pola Sistematis Para akademisi dan profesional mempunyai keahlian yang membantu bagi analisis penyelidikan. Penyelidikan memerlukan akses ke penelitian akademis terbaik dan para akademisi dapat membantu untuk memperoleh hal tersebut. Seringkali akan ada kesenjangan signifikan dalam penelitian yang perlu diisi oleh penyelidikan itu sendiri namun langkah awalnya adalah menemukan dan menilai penelitian-penelitian yang telah ada. Kelompok-kelompok dan yayasan agama, termasuk yayasan filantropis, sering menyediakan bantuan bagi kelompok rentan dan termarjinalkan, misalnya tunawisma, sehingga mereka juga dapat menjadi pemangku kepentingan yang penting. Banyak permasalahan HAM melibatkan pertanyaan akan keadilan sosial yang mungkin menjadi fokus kepedulian dari organisasi-organisasi ini. Para pelaku pelanggaran HAM atau, lebih luas lagi, mereka yang tindakannya telah berkontribusi secara langsung atau tidak langsung kepada situasi yang tengah diinvestigasi, jelas akan mempunyai kepentingan lebih besar dalam penyelidikan dibandingkan orang lain kecuali para korban pelanggaran itu sendiri. Penyelidikan harus berlangsung seksama untuk menghormati dan melindungi hak-hak mereka yang diduga sebagai pelaku. Di saat yang sama, penyelidikan butuh mendorong mereka untuk membantu jalannya penyelidikan. Para pelaku dapat menjelaskan tindakan dan motivasi mereka sehingga membantu penyelidikan untuk memahami dinamika pelanggaran dan menemukan cara-cara untuk mengatasi konsekuensi serta penyebabnya. Dalam beberapa hal, media merupakan pemangku kepentingan pula. Mereka mempunyai minat pada permasalahan dan kejadian yang bernilai berita sehingga mempunyai kepentingan dalam jalannya penyelidikan nasional. Mereka akan mencari “kisah-kisah yang baik” dalam penyelidikan; pengalaman pribadi, wawasan baru terhadap permasalahan kepedulian masyarakat atau politik, pengungkapan kegagalan atau skandal pemerintah, apa saja yang dapat menarik minat pembaca surat kabar, para pendengar program radio dan penonton televisi agar tertarik kepada media. Penyelidikan butuh media untuk mengisahkan ceritanya namun bisa saja menjadi korban media bilamana pekerjaan penyelidikan diberitakan dengan tidak benar atau menyimpang atau dijadikan subyek serangan media. Media merupakan pemangku kepentingan utama namun harus ditangani dengan seksama. 3. PERANAN PEMANGKU KEPENTINGAN Para pemangku kepentingan akan mencari tingkatan dan jenis keterlibatan yang berbeda dalam proses penyelidikan. Ada banyak ragam peran yang semuanya dapat mendukung pekerjaan penyelidikan bila didorong untuk melakukan hal tersebut. Konsultan Penyedia Advokat Pelapor Sasaran Konsumen Membantu dalam membentuk penyelidikan dan prosesnya. Memberikan informasi untuk membantu penyelidikan. Meyakinkan dilaksanakannya penyelidikan terhadap pandangan atau kebijakan khusus. Mengawasi dan melaporkan kepada pihak lain tentang apa yang dilaksanakan dalam penyelidikan. Fokus dari temuan penyelidikan dan rekomendasi penyelidikan. Mempelajari apa saja yang ditemukan oleh penyelidikan. Pemangku kepentingan individu dapat memainkan satu atau lebih peran setiap saat dan mereka dapat pindah dari satu peran ke peran lain selama jalannya penyelidikan. Peranan tersebut sifatnya fleksibel dan dapat berubah. Penyelidikan harus mengidentifikasi minat yang berbeda di antara para pemangku kepentingan dan peran berbeda yang mereka ingin mainkan. Penyelidikan akan mendapatkan manfaat dari perananperanan ini bila dapat mengetahui apa yang diinginkan para pemangku kepentingan dari penyelidikan dan pada gilirannya dapat membentuk strategi-strategi yang baik. 4. MENANGGAPI SIKAP-SIKAP PEMANGKU KEPENTINGAN YANG BERBEDA Karena pemangku kepentingan mempunyai kepentingan yang begitu beragam terhadap permasalahan yang tengah diselidiki, mereka akan mempunyai sikap yang berbeda mengenai penyelidikan tersebut. Penyelidikan harus memahami berbagai sikap, mengidentifikasi sikap dari masing-masing pemangku kepentingan atau sekelompok pemangku kepentingan, memahami Bab 5: Mengidentifikasi, berkonsultasi dan berhubungan dengan para pemangku kepentingan 26

Select target paragraph3