Panduan Pelaksanaan Penyelidikan Nasional terhadap Pelanggaran HAM dengan Pola Sistematis
berbasis hukum HAM dan menyediakan rekomendasi untuk ditanggapi secara sistematis.
Penyelenggaraan penyelidikan nasional didukung oleh wewenang yang diberikan kepada Komnas di
dalam undang-undang. Komnas jarang menggunakan wewenang tersebut, termasuk dalam
perkembangan sebuah penyelidikan nasional, tetapi keberadaan yang sesungguhnya dari wewenang
tersebut adalah untuk memberikan suatu landasan hukum yang kuat yang mendorong kerjasama antara
proses penyelidikan dan lembaga. Wewenang untuk memanggil kehadiran saksi, misalnya, tidak perlu
digunakan. Adanya wewenang tersebut dapat dianggap cukup untuk memastikan bahwa para saksi akan
hadir.
Wewenang untuk memperoleh sebuah dokumen mungkin tidak perlu dipakai sebab, sekali lagi,
keberadaan wewenang untuk mengadakan Penyelidikan Nasional itu cukup untuk memastikan
bahwa dokumen tersebut diberikan. Kewenangan yang kuat sangat penting bagi pelaksanaan
penyelidikan nasional yang efektif, meskipun kewenangan tersebut tidak pernah digunakan. Karena
Komnas, tidak seperti organisasi non-pemerintah dan badan-badan akademis, mempunyai
kekuasaan tersebut, Komnas berada pada posisi yang tepat untuk melaksanakan penyelidikan
nasional atas pelanggaran HAM yang sistematis.
(Foto PBB oleh Evan Schneider.)
2. MENGAPA MELAKUKAN SEBUAH PENYELIDIKAN NASIONAL?
Profesor Brian Burdekin, yang mempelopori proses penyelidikan nasional ketika beliau menjabat
sebagai Komisioner HAM di Australia, menuliskan sembilan alasan untuk melakukan penyelidikan
nasional.
Bab 2: Konsep Penyelidikan Nasional
6