BAB IV D I N A M I K A L I N G K U N G A N S T R AT E G I S Kedua, Indonesia juga menghadapi masalah pengangguran, gap kayamiskin yang tajam dan disparitas pembangunan antar daerah yang tinggi. Tingkat pengangguran akan membawa implikasi bagi negara dan masyarakat,39) sebagaimana berikut ini: a. Bagi perekonomian Negara, berupa: 1. Penurunan pendapatan perkapita. 2. Penurunan pendapatan pemerintah yang berasal dari sektor pajak. 3. Meningkatnya biaya sosial yang harus dikeluarkan oleh pemerintah. 4. Dapat menambah hutang negara. b. Bagi masyarakat, berupa: 1. Pengangguran merupakan beban psikologis dan psikis. 2. Pengangguran dapat menghilangkan keterampilan, karena tidak digunakan apabila tidak bekerja. 3. Pengangguran akan menimbulkan ketidakstabilan sosial dan politik. Gap kaya-miskin40) akan mengkondisikan situasi yang potensial terjadinya solidaritas sosial yang lemah, tindak kriminal semakin marak hingga lahirnya situasi anarki berupa kerusuhan sosial yang dapat dipicu dalam situasi momen politik tertentu, misalnya: ketidakpuasan hasil pilkada dan pemilu; atau dipicu oleh kecemburuan sosial yang akut.41) Sementara disparitas antar daerah akan potensial terjadinya kecemburuan politik yang bisa diperkuat dengan mengerasnya identitas kedaerahan, yang bahkan bermetamorfosa menjadi etnonasionalisme—sehingga maujud 39) https://id.wikipedia.org/wiki/Pengangguran 40) “Kepala BPS Suryamin mengatakan, bila dibandingkan September 2014, terjadi kenaikan sekira 0,26 persen atau meningkat 860 ribu penduduk miskin dari 27,73 juta. Namun, bila dibandingkan Maret 2014 ada kenaikan 0,03 persen dari 28,28 juta orang penduduk miskin.” http://economy. okezone.com/read/2015/09/15/20/1214430/bps-catat-penduduk-miskin-bertambah-860-ribuorang. 41) Magnis-Suseno mengatakan: “kesenjangan antara kaya dan rakyat biasa yang kita saksikan sekarang adalah tidak senonoh. Magnis-Suseno, 2015:209. Pancasila, Hak Asasi Manusia dan Ketahanan Nasional 83

Select target paragraph3