BAB IV
D I N A M I K A L I N G K U N G A N S T R AT E G I S
menunjukkan bagaimana perairan di kawasan ini menjadi sangat strategis,
dan sekaligus rentan terhadap konflik, sehingga sangat relevan untuk
sekaligus memperhatikan masalah ketahanan nasional. Berikut ini, apa
yang disampaikan oleh Kaplan:
1) Lebih dari 50 persen tonase armada perdagangan dunia, atau
sepertiga dari total lalu lintas laut, melewati perairan ini.
2) Minyak yang diangkut melewati Selat Malaka dari Samudera Hindia,
menuju Asia Timur melalui Laut Tiongkok Selatan, jumlahnya lebih
dari enam kali lipat minyak yang diangkut melalui Terusan Suez dan
tujuh belas kali lipat minyak yang diangkut melalui Terusan Panama.
3) Sekitar dua pertiga dari total suplai energi Korea Selatan harus
melewati perairan ini.
4) Hampir 60 persen dari suplai energi Jepang dan Taiwan harus
melewati Laut Tiongkok Selatan.
5) Sekitar 80 persen dari impor minyak mentah Tiongkok harus
diangkut melalui Laut Tiongkok Selatan.
6) Di tengah-tengah kebutuhan energi yang meningkat dan semakin
langkanya sumber energi yang berasal dari fosil, Laut Tiongkok
Selatan diperkirakan memiliki cadangan minyak sebesar 7 miliar
barel dan cadangan gas alam sekitar 900 triliun cubic feet.17)
Oleh karena itu, pergeseran grafitasi pusat perekonomian dunia tersebut
memberikan pengaruh yang sangat besar bagi perubahan di kawasan
Asia Tenggara, yang mana posisi Indonesia dengan sendirinya, baik oleh
sebab letak geografis maupun jumlah penduduk dan kekayaan sumberdaya
alamnya, Indonesia semakin strategis dalam konteks ASEAN maupun
Asia Pasifik.
Peran Indonesia di dalam ASEAN adalah sebagai motor demokrasi dan
demokratisasi di ASEAN. Deklarasi ASEAN Concord II menyatakan
komitmen ini, yakni sebagai berikut:
“...membawa kerja sama politik dan keamanan ASEAN ke
tingkat yang lebih tinggi untuk memastikan bahwa negara17) Choiruzzad, 2015:22.
74
Pancasila, Hak Asasi Manusia dan Ketahanan Nasional