BAB II NASIONALISME sila Persatuan terdestruksi dan menguat kembali kesadaran provinsialisme dan golongan.12) Dalam rumusan Hatta, adalah sebagai berikut ini: ‘Revolusi Indonesia yang dicetuskan dengan Proklamasi 17 Agustus1945, yang disemangati oleh Pancasila, tidak mengenal jalan kanan dan jalan kiri, hanya mengenal “jalan lurus” yang diridhoi oleh Tuhan Yang Maha Esa.’ 13) Gambar 3: Bandul Nasionalisme ETNO ULTRA NASIONALISME NASIONALISME 12) Abede Pareno, pakar komunikasi dari Universitas Dr Soetomo Surabaya Sam, mencontohkan kondisi saat ini dengan gambaran bahwa ‘masyarakat sukuisme atau membeda-bedakan suku di sebuah daerah, yakni susahnya masyarakat menerima calon pemimpin yang bukan berasal dari tanah kelahirannya. “Kalau menjadi calon kepala daerah, tapi bukan orang asli daerah tersebut maka sulit sekali diterima. Ini yang harus diubah agar semangat nasionalisme bisa tersampaikan.”’http://www. republika.co.id/berita/mpr-ri/berita-mpr/15/07/15/nri0k2-semangat-nasionalisme-mulai-luntur. 13) Hatta menulis pendapatnya tersebut dalam periode politik sekitar setahun pasca peristiwa 30 September 1965. Nina Pane, Editor, Mohammad Hatta: Politik, Kebangsaan, Ekonomi (1926-1977). Jakarta: Penerbit Buku Kompas, 2015. Halaman 301. Pancasila, Hak Asasi Manusia dan Ketahanan Nasional I 15

Select target paragraph3