BAB I
PENDAHULUAN
BAB I
Pendahuluan
A
Iu
khir-akhir ini, khususnya pada setiap menjelang peringatan
hari lahirnya Pancasila pada 1 Juni --sehingga sudah menjadi
fenomena yang cenderung timbul secara berkala— muncul wacana
yang merefleksikan fenomena yang menunjukkan pertanda-pertanda
bahwa kian melemahnya implementasi nilai-nilai Pancasila sehingga
menjadi hal yang mencemaskan bagi sebagian kaum nasionalis terhadap
masa depan berbangsa dan bernegara di Republik ini.1) Opini demikian
dapat ditemukan di berbagai media, baik cetak maupun elektronik, baik
dalam bentuk opini dari kalangan kaum intelektual maupun dari hasil
jajak pendapat yang diselenggarakan atas inisiatif dari sejumlah media
massa yang hendak menangkap realitas tentang bagaimana opini publik
terhadap implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa
dan bernegara sehari-harinya. Hal yang sangat penting, kedua bentuk opini
tersebut cenderung menemukan kelemahan dalam implementasi nilainilai Pancasila itu justru terjadi di kalangan pemimpin atau pejabat, baik
nasional maupun daerah.2)
1) Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise, dalam sambutannya
di Forum Anak Nasional 2015, di Bogor, Jawa Barat menyampaikan: “Gejala merosotnya spirit
nasionalisme dan patriotisme, tak pelak bisa menjerumuskan anak Indonesia pada situasi ekstrem,
hingga hal terburuk bisa jadi sasaran empuk pengkaderan paham radikal. Belum lagi kegalauan
anak dan remaja Indonesia juga ditopang cepatnya dinamika globalisasi dan teknologi informasi.
Jika mereka tumbuh tanpa bimbingan dan perlindungan, nilai-nilai luhur seperti toleransi,
gotong-royong, kebersamaan dan kebhinekaan akan kian tergerus.” http://news.okezone.com/
read/2015/08/09/337/1192932/nasionalisme-patriotisme-menurun-remaja-galau-sasaranpengkaderan-radikalisme
2) “Sepertinya rasa nasionalisme masyarakat di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) saat ini kian menurun,
terutama di Kelurahan Pematang Reba, Kecamatan Rengat Barat. Hal itu dibuktikan minimnya
masyarakat yang memasang umbul-umbul sebagai bentuk kemeriahan peringatan HUT ke 70
Republik Indonesia tahun ini.” Lalu, dalam rangka untuk meningkatkan nasionalisme masyarakatnya,
Lurah Pematang Reba: (1) “diharapkan seluruh masyarakat memasang bendera merah putih dan
umbul-umbul ditiap-tiap rumah; (2) imbau masyarakat untuk dapat berpartisipasi memeriahkan HUT
RI ini; (3) memotori masyarakat menghiyas lingkungan dengan nuansa Hari Kemerdekaan; dan (4)
masyarakat juga diimbau untuk dapat menggelar berbagai kegiatan atau lomba permainan rakyat
untuk memeriahkan HUT RI tahun ini.” http://www.goriau.com/berita/umum/rasa-nasionalismemenurun-lurah-pematang-reba-himbau-masyarakat-pasang-bendera.html
Pancasila, Hak Asasi Manusia dan Ketahanan Nasional
I
3