sehat dan lingkungan hidup yang sehat.206 Oleh karena itu, perawatan jangka panjang atau long term care bagi lansia merupakan layanan yang harus dijamin baik ketersediaan dan aksesibilitasnya guna menjaga kemandirian para lansia. Hadirnya layanan long term care juga berguna bagi para lansia dengan ketergantungan sedang hingga berat agar tetap dapat menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Program long term care tidak lepas dari adanya pengasuh (caregiver) yang kompeten dan juga layanan home care/home visit yang sangat diperlukan untuk mengakomodasi kebutuhan lansia dengan ketergantungan sedang hingga berat. Ketersediaan caregiver yang berkompeten mensyaratkan adanya sosialisasi pedoman yang baku, pelatihan yang masif, dan rekrutmen sumber daya manusia yang aktif. Upaya penyediaan layanan home care/home visit juga menjadi tantangan sendiri khususnya di daerah dengan anggaran yang terbatas, namun hal ini dapat diantisipasi dengan pilihan politik keuangan dan maksimalisasi sumber daya yang dimiliki pemerintah. 2. Perlunya peningkatan fasilitas kesehatan geriatri Data statistik menunjukkan jumlah layanan kesehatan geriatri di Indonesia seperti puskesmas santun lansia, posbindu-PTM, rumah sakit dengan fasilitas dan tenaga kesehatan khusus geriatri masih cukup terbatas. Hal ini mengakibatkan lansia tidak memiliki cukup banyak alternatif dalam memilih jenis fasilitas layanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhannya. Implikasinya adalah banyak lansia yang memutuskan untuk tidak melakukan pengobatan atau hanya menerima perawatan mandiri di tempat tinggalnya masing-masing karena sulitnya akses ke fasilitas kesehatan khusus lansia. Dengan banyaknya jenis program penunjang kesehatan lansia, diperlukan langkah terobosan untuk mengelaborasi setiap program yang sudah berjalan seperti BKL, Posyandu Lansia, Posbindu-PTM, dan lain-lain, agar tidak tumpang tindih. Pemerintah perlu membangun suatu pusat perawatan kesehatan lansia yang terpadu di tingkat primer. Hal ini berguna untuk meningkatkan aksesibilitas para lansia dalam menjangkau layanan kesehatan mereka. Dengan layanan yang lebih terpadu hal ini mengurangi kebingungan yang selama ini dialami masyarakat serta tenaga medis dan para perawat. Tentu hal ini membutuhkan koordinasi secara mendalam antara pemerintah pusat dan daerah dalam menyusun langkah terpadu ini. Perencanaan yang matang dari program pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan diikuti dengan mekanisme monitoring dan evaluasi serta koordinasi yang intensif dengan dinas kesehatan dan dinas sosial pada masing-masing pemerintah daerah. Begitu juga dengan kondisi kesehatan lansia yang berada di dalam panti sosial/wreda khususnya yang dikelola oleh pemerintah sesuai dengan temuan yang ada memiliki keterbatasan mengenai fasilitas layanan kesehatan. Lansia yang berada dalam perawatan di panti wreda baik milik pemerintah maupun swasta seharusnya memiliki hak yang sama terhadap layanan kesehatan dasar yang dibutuhkan. Ketersediaan fasilitas dan tempat tinggal yang bersih dan sehat bagi lansia di panti wreda menjadi tanggung jawab negara dan negara harus memiliki mekanisme pengawasan dan evaluasi yang dapat menjamin kebebasan fundamental serta hak asasi bagi lansia. 206 United Nations (n 48). 77

Select target paragraph3