infeksi HIV/AIDS. 165 Seperti yang diketahui, angka kasus infeksi HIV/AIDS semakin
bertambah, sehingga diperlukan adanya keterbukaan dari penderita HIV/AIDS dan
pemutakhiran (update) data kasus infeksi HIV/AIDS di daerah, sehingga dapat diupayakan
pemenuhan akses dan ketersediaan obat bagi ODHA di seluruh pelosok daerah di
Indonesia.
G. Pengaruh Pandemi COVID-19 terhadap Pemenuhan Hak Atas Kesehatan Kelompok
Rentan
Pada 30 Januari 2020, Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO)
mengumumkan COVID-19 sebagai kedaruratan kesehatan masyarakat secara global. 166
Situasi pandemi COVID-19 secara langsung berpengaruh terhadap akses kesehatan bagi
setiap orang. Setiap tenaga kesehatan dan manajemen fasilitas pelayanan kesehatan
seperti rumah sakit, puskesmas, klinik, dan lain-lain mengalami kepadatan dan difokuskan
pada persiapan menghadapi COVID-19. Penularan COVID-19 melalui cairan droplet dari
hidung atau mulut membuat penyebaran COVID-19 menjadi sangat cepat. 167 Hal ini
memaksa adanya keharusan menjaga jarak fisik dan sosial (physical and social distancing)
hingga menganjurkan masyarakat secara umum untuk tetap tinggal di dalam rumah. Kondisi
ini secara langsung menyebabkan akses masyarakat terhadap berbagai fasilitas pelayanan
publik termasuk di dalamnya pelayanan kesehatan menjadi terganggu. Kelompok rentan
yang memiliki berbagai keterbatasan mengalami kesulitan dan risiko yang besar pada
fenomena pandemi ini.
Kondisi pandemi COVID-19 membuat layanan kesehatan terganggu. WHO menyatakan
bahwa 53 persen negara yang telah disurvei menyatakan bahwa layanan pengobatan untuk
hipertensi terganggu. Kemudian 49 persen negara menyatakan perawatan bagi penyakit
diabetes dan komplikasi yang berhubungan dengan diabetes terganggu, 42 persen
menyatakan pengobatan kanker terganggu, dan 31 persen menyatakan keadaan darurat
kardiovaskular terganggu. 168 Fasilitas kesehatan yang berfokus pada perawatan penyakit
tidak menular terganggu dan mengalami penurunan jumlah kunjungan pasien. Dalam
kondisi darurat ini, fasilitas kesehatan jarak jauh (telemedicine) sangat berperan penting
bagi untuk mempermudah akses pelayanan kesehatan terutama bagi para penyandang
disabilitas. Sayangnya fasilitas telemedicine ini tidak dijamin lewat program BPJS
Kesehatan.
165
ibid.
166
BBC News, “Coronavirus declared global health emergency by WHO” (2020)
<https://www.bbc.com/news/world-51318246> diakses 13 September 2020.
167
World Health Organization, “Q&A on coronaviruses (COVID-19)” (2020)
<https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/question-and-answers-hub/q-adetail/q-a-coronaviruses> diakses 13 September 2020.
168
World Health Organization, “COVID-19 significantly impacts health services for noncommunicable diseases”
(2020) <https://www.who.int/news-room/detail/01-06-2020-covid-19-significantly-impacts-health-servicesfor-noncommunicable-diseases> diakses 12 September 2020.
62