6
Kerjasama dengan tempo.co, yang salah satu wujudnya adalah mengimplementasikan SNP FoE untuk
mendukung kerja-kerja dan melindungi jurnalis dalam menyampaikan hak atas informasi.
7
SNP KBB; SNP FoE serta SNP PDRE menjadi rujukan Kementerian Agama (Kemenag) dalam implementasi moderasi beragama, penyelenggaraan Konferensi Internasional tentang Islam dan HAM, serta perumusan Deklarasi tentang Komitmen Islam terhadap Toleransi dan Martabat Manusia.
8
Kerja sama dengan forum KuPP serta Divisi Hukum Polri dalam memberikan pelatihan HAM bagi anggota Polri, dengan mengimplementasikan SNP sebagai rujukan modul pelatihan dalam Pelatihan HAM di
Kepolisian Daerah (Polda) Aceh, Polda Sulteng, dan Polda Bali.
9
Kerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang untuk mengimplementasikan berbagai SNP
sebagai rujukan dalam penyusunan rancangan Perwali Semarang tentang Semarang Kota HAM.
1.2. PENDIDIKAN DAN PENYULUHAN
Kegiatan penyuluhan HAM beradaptasi dengan pandemi Covid-19 dan dilakukan secara daring atau kombinasi daring-luring (hybrid). Beberapa program simbolis yang Komnas HAM
RI selenggarakan adalah Festival HAM 2021
di Semarang dan peringatan Hari HAM Sedunia pada 10 Desember 2021 di Istana Negara, Jakarta. Kegiatan-kegiatan penyuluhan berkolaborasi dengan berbagai lembaga untuk menyebarluaskan wawasan HAM secara lebih
masif dan efektif.
1.2.1. Intoleransi dan Ekstremisme dengan
Kekerasan
1.2.1.1.
Konferensi Internasional Islam
dan HAM
Komnas HAM RI bekerja sama dengan Kemenag menyelenggarakan
‘Konferensi Internasional Islam dan
Hak Asasi Manusia’ pada 10 sampai
11 Desember 2021 secara hybrid.
Konferensi ini dilaksanakan sebagai
respons atas nilai Laporan Indeks
Kerukunan Umat Beragama (KUB)
yang disusun Kemenag pada 2020
yang turun ke 67,46 dari 73,83 di
2019. Selain itu, data pengaduan
masyarakat dan hasil pengkajian atau
penelitian Komnas HAM RI menunjukkan pentingnya respons terhadap
menguatnya intoleransi di Indonesia. Isu intoleransi dan ekstremisme
dengan kekerasan pun menjadi salah
satu isu prioritas Renstra Komnas
HAM RI 2020–2024. Konferensi ini
bertujuan untuk menegaskan posisi
sentral dan strategis Indonesia sebagai negara dengan jumlah muslim
moderat terbesar di dunia dan menjadi salah satu rujukan bagi pemajuan dan penegakan HAM di tingkat
regional dan internasional.
Berbagai tokoh dan cendekiawan
muslim terkemuka dari berbagai
negara hadir untuk memberikan
perspektif dan penegasan Islam sebagai “rahmat bagi seluruh alam.”
Konferensi diakhiri dengan pembacaan ‘Deklarasi tentang Komitmen
Islam terhadap Toleransi dan Martabat Kemanusiaan’.
www.ko mn ash am. g o. i d
51