PEMENUHAN HAK KELOMPOK MINORITAS DAN RENTAN DI INDONESIA „ tradisional, pembangunan infratsruktur jalan dan MRT, serta infrastruktur transportasi kereta api. Dalam rangka memenuhi kebutuhan lahan tersebut, pada praktiknya tidak ũĂƌĂŶŐĂƉĂƌĂƚƵƌEĞŐĂƌĂŵĞůĂŬƵŬĂŶƟŶĚĂŬĂŶƉĞŶŐŐƵƐƵƌĂŶƵŶƚƵŬŵĞŶŐƵĂƐĂŝƚĂŶĂŚͲ ƚĂŶĂŚƚĞƌƐĞďƵƚ͘,ĂůŝŶŝƐĂŶŐĂƚƌĞŶƚĂŶƚĞƌũĂĚŝƉĞůĂŶŐŐĂƌĂŶ,D͕ďĂŝŬƉĂĚĂƉĞƌŝƐƟǁĂ penggusurannya hingga dampak ikutan dengan tercerabutnya hak-hak ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat. Selama 2016, Komnas HAM menerima berbagai pengaduan dari masyarakat terkait dengan kebijakan Pemprov DKI Jakarta dengan ŵĞůĂŬƵŬĂŶƉĞŶŐŐƵƐƵƌĂŶĚŝďĞďĞƌĂƉĂůŽŬĂƐŝ͕LJĂŝƚƵ<ĂŵƉƵŶŐWƵůŽ͕:ĂƟŶĞŐĂƌĂ͕<ĂŵƉƵŶŐ ƋƵĂƌŝƵŵ͕<ĂůŝũŽĚŽ͕ZĂǁĂũĂƟͲWĂŶĐŽƌĂŶ͕ĚĂŶƵŬŝƚƵƌŝ͘<ŽŵŶĂƐ,DƚĞůĂŚŵĞůĂŬƵŬĂŶ pemantauan ke lokasi penggusuran dan menemukan hal-hal sebagai berikut: x WĞŶŐŐƵŶĂĂŶĂƉĂƌĂƚĚĂůĂŵƉĞŶŐŐƵƐƵƌĂŶ͕ƐĞƉĞƌƟ^ĂƚƉŽůWW͕dE/͕WK>Z/ x ĚĂŶLJĂĚƵŐĂĂŶŝŶƟŵŝĚĂƐŝĚĂŶƟŶĚĂŬŬĞŬĞƌĂƐĂŶƚĞƌŚĂĚĂƉǁĂƌŐĂ x Kriminalisasi terhadap warga ataupun pendamping yang menentang penggusuran x Tidak adanya sosialisasi dan ruang komunikasi terhadap warga yang akan digusur x Belum adanya rencana penyelesaian yang permanen bagi warga korban gusuran x DĂƐŝŚĂĚĂŶLJĂǁĂƌŐĂŐƵƐƵƌĂŶLJĂŶŐďĞůƵŵĚŝŐĂŶƟƌƵŐŝ x Tidak dilibatkannya warga dalam perencanaan pembangunan kota x Tercerabutnya hak atas pekerjaan warga yang digusur. WĞƌĂŶ ƉĞŵĞƌŝŶƚĂŚĂŶ ŬŽƚĂ ŵĞŶũĂĚŝ ƐĂŶŐĂƚ ƉĞŶƟŶŐ ŬĂƌĞŶĂ ƵƉĂLJĂ ŵĞŵďĂŶŐƵŶ program-program pembangunan yang dicanangkannya harus diorientasikan sebagai ƵƉĂLJĂƵŶƚƵŬŵĞŶũĂůĂŶŬĂŶŬĞǁĂũŝďĂŶŶĞŐĂƌĂĚĂůĂŵŵĞŶŐŚŽƌŵĂƟ͕ŵĞůŝŶĚƵŶŐŝĚĂŶ memenuhi hak asasi manusia warganya. Adapun indikator untuk melihat keberhasilannya adalah seberapa jauh penikmatan atas hak asasi manusia warganya, yang seharusnya meningkat, bukan malah berkurang atau tercabut. Penikmatan hak-hak warga yang semakin meningkat juga harus terjadi di kalangan kelompok rentan, marjinal ĚĂŶŬĞůŽŵƉŽŬŵŝŶŽƌŝƚĂƐƐĞƉĞƌƟĂŶĂŬͲĂŶĂŬ͕ƉĞƌĞŵƉƵĂŶ͕ĚŝƐĂďŝůŝƚĂƐ͕ŵŝŶŽƌŝƚĂƐĞƚŶŝƐ͕ ĂŐĂŵĂĚĂŶŬĞůŽŵƉŽŬĚĞŶŐĂŶŽƌŝĞŶƚĂƐŝƐĞŬƐƵĂůĚĂŶŝĚĞŶƟƚĂƐŐĞŶĚĞƌLJĂŶŐďĞƌďĞĚĂ͘ Isu Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan Kerusuhan Bernuansa Sara Di Tanjung Balai. Pada 29 Juli 2016 malam terjadi ƉĞƌŝƐƟǁĂ ŬĞƌƵƐƵŚĂŶ ƉĞŶŐƌƵƐĂŬĂŶ ƌƵŵĂŚ ŝďĂĚĂŚ Ěŝ <ŽƚĂ dĂŶũƵŶŐ ĂůĂŝ͕ ^ƵŵĂƚĞƌĂ Utara. Tim Komnas HAM melakukan langkah-langkah pemantauan lapangan pada 5-6 Agustus 2016 dengan melakukan pertemuan dan permintaan keterangan dengan pihak-pihak yang terkait. Tim Pemantauan Komnas HAM melakukan Laporan Tahunan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (KOMNAS HAM) 2016 21

Select target paragraph3