„ PEMENUHAN HAK KELOMPOK MINORITAS DAN RENTAN DI INDONESIA Peristiwa Kekerasan di Sanggeng, Manokwari, Papua Barat. Komnas HAM menerima pengaduan dari masyarakat di Papua Barat, di antaranya dari >ĞŵďĂŐĂ WĞŶĞůŝƟĂŶ͕ WĞŶŐŬĂũŝĂŶ ĚĂŶ WĞŶŐĞŵďĂŶŐĂŶ ĂŶƚƵĂŶ ,ƵŬƵŵ ;>WϮ,Ϳ ƉĞƌŝƐƟǁĂ^ĂŶŐŐĞŶŐƉĂĚĂϮϲĚĂŶϮϳKŬƚŽďĞƌϮϬϭϲĚŝ<ŽƚĂDĂŶŽŬǁĂƌŝ͕WĂƉƵĂĂƌĂƚ͘ ĂůĂŵƉĞƌŝƐƟǁĂŵĞŶŐĂŬŝďĂƚŬĂŶϭ;ƐĂƚƵͿŽƌĂŶŐƚĞǁĂƐLJĂŝƚƵKŶĞƐŝŵƵƐZƵŵĂLJŽŵ͕ϱ (lima) orang terkena tembakan, 9 (sembilan) orang mendapatkan penganiayaan, 1 (satu) orang Komandan Koramil Kota Manokwari terkena pembacokan oleh massa. Selain itu akibat tembakan gas air mata adalah 5 (lima) anak, 4 (empat) perempuan dan 1 (satu) ibu-ibu usia lanjut. Peristiwa tersebut telah mendapatkan perhatian dari berbagai institusi, termasuk Mabes Polri. Dalam pertemuan Komnas HAM yang dihadiri oleh Polri ƐĞƌƚĂWZWĂƉƵĂĂƌĂƚƚĞůĂŚĚŝƐĞƉĂŬĂƟŵĞŵďĞŶƚƵŬWĂŶƐƵƐƉĞƌŝƐƟǁĂ^ĂŶŐŐĞŶŐŐ͘ Selain itu, Tim Propam Polda Papua Barat telah melakukan pemeriksaan terhadap 44 Anggota Kepolisian dan 8 (delapan) warga masyarakat. Komnas HAM kemudian melakukan pemantauan dan penyelidikan dengan meminta keterangan korban dan/atau keluarga korban, Polda Papua Barat dan jajarannya, DPRD Papua Barat, Gubernur Papua Barat dan tinjauan ke lokasi (TKP) dan rumah sakit TNI AL. Berdasarkan hal tersebut Komnas HAM meminta pihak-pihak terkait, diantaranya Kapolda Papua Barat untuk menjamin situasi tetap aman dan kondusif di ŵĂƐLJĂƌĂŬĂƚĚĞŶŐĂŶŵĞŶŐĞĚĞƉĂŶŬĂŶƉĞŶĚĞŬĂƚĂŶŬĞŵĂŶƵƐŝĂĂŶĚĂŶŵĞŶŐŚŽƌŵĂƟ ,D ƐĞƌƚĂ ŵĞŶŐŚŝŶĚĂƌŝ ƟŶĚĂŬĂŶ ŬĞŬĞƌĂƐĂŶ ƚĞƌŚĂĚĂƉ ǁĂƌŐĂ ďĞƌĚĂƐĂƌŬĂŶ WƌŽƚĂƉ dan Perkap yang berlaku. Isu Penggusuran atas nama pembangunan infrastruktur /ŶĚŽŶĞƐŝĂƐĂĂƚŝŶŝŵĞƌƵƉĂŬĂŶƐĂůĂŚƐĂƚƵŶĞŐĂƌĂĚĞŶŐĂŶƟŶŐŬĂƚƵƌďĂŶŝƐĂƐŝƚĞƌƟŶŐŐŝ di Asia Tenggara. Hingga 2025, diperkirakan 60 persen populasi penduduknya akan berada di kota-kota. Menyadari akan hal ini, Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Kota terus melakukan pembangunan infrastruktur untuk mengimbangi kebutuhan masyarakat kota yang semakin meningkat. Pemerintah telah menetapkan pembangunan infrastruktur sebagai prioritas pembangunan nasional 2015 sampai dengan ϮϬϭϵ͘ĂůĂŵƉĞŵďĂŶŐƵŶĂŶŝŶĨƌĂƐƚƵŬƚƵƌƟĚĂŬĚĂƉĂƚĚŝŚŝŶĚĂƌŬĂŶŬĞďƵƚƵŚĂŶůĂŚĂŶ͕ modal, dan sumber daya yang besar. Hal ini tentu akan melibatkan masyarakat ƐĞĐĂƌĂůƵĂƐ͘^ĞďƵƚƐĂũĂƉƌŽLJĞŬƉĞŵďĂŶŐƵŶĂŶĚĂŶƌĞŶĐĂŶĂƉĞŶŐŐĞŶĂŶŐĂŶtĂĚƵŬ :ĂƟŐĞĚĞLJĂŶŐďĞƌĚĂŵƉĂŬƉĂĚĂϭϭ͘ϬϬϬ<<ĂƚĂƵůĞďŝŚϰϬ͘ϬϬϬũŝǁĂĚĂƌŝϮϴĚĞƐĂ͕LJĂŶŐ ŵĞůŝƉƵƟϱ;ůŝŵĂͿŬĞĐĂŵĂƚĂŶ͕Ěŝ<ĂďƵƉĂƚĞŶ^ƵŵĞĚĂŶŐ͕:ĂǁĂĂƌĂƚ͕ĚĂŶƉƌŽLJĞŬƉĞŵďĂŶŐƵŶĂŶ ĂŶĚĂƌĂ /ŶƚĞƌŶĂƟŽŶĂů :ĂǁĂ ĂƌĂƚ ;/:Ϳ ĚĞŶŐĂŶ ůƵĂƐ ц ϭ͘ϴϬϬ ŚĂ LJĂŶŐ mengenai 10 desa dan lahan pertanian masyarakat di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, atau yang terjadi secara massif adalah terkait proyek revitalisasi pasar-pasar 20 Laporan Tahunan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (KOMNAS HAM) 2016

Select target paragraph3