Bagian I Mengelola Pelatihan Partisipatif
Seluruh pelatihan dapat dijadikan rangkaian studi kasus. Dalam hal ini sangat disarankan
untuk memberikan studi kasus secara bertahap, dari kasus yang sangat sederhana ke kasus
yang lebih kompleks; dan dari yang sangat berorientasi materi ke yang sangat berorientasi
proses. Studi kasus yang secara langsung berkaitan dengan kehidupan peserta dapat
didahulukan dari yang mengada-ada. Berdiskusi tentang hal-hal yang sangat dekat dengan
peserta dapat membantu membuka wacana kelompok. Selanjutnya, baru kemudian Anda
dapat lebih memperkenalkan ide-ide latihan studi kasus yang lebih jauh.
3. Curah Pendapat (Brainstorming)
Teknik ini kerap digunakan dalam suatu pelatihan orang dewasa untuk membantu peserta
pelatihan memikirkan sebanyak mungkin ide dan gagasan. Selama berlangsungnya curah
pendapat, peserta didorong untuk menghasilkan pendapat dan gagasan secepat mungkin
tanpa perlu memikirkan nilai dari pendapat itu. Tekanannya ialah pada kuantitas, bukan
kualitas. Pada konteks ini, yang dipentingkan bukanlah mutu jawabannya, tapi keragaman
jawaban yang akan diberikan oleh peserta. Gunakan metode ini untuk mengumpulkan
sebanyak mungkin pendapat dan saran.
Curah pendapat memang dimaksudkan untuk memudahkan peserta dalam menyampaikan
pendapat atau gagasannya. Dengan begitu, mereka tidak merasa terhambat mengeluarkan
pikirannya. Di saat seseorang menyampaikan pikirannya, para peserta lain sedapat mungkin
tidak diperkenankan untuk membahas atau mengkritik. Kritik yang terlalu cepat akan
mengecilkan hati. Orang lantas segan memberi saran. Akibatnya, kelompok diskusi akan
gagal pula memperoleh gagasan yang baru dan segar.
Seorang juru catat ditugasi untuk mencatat setiap pendapat dan semua peserta didorong
untuk mengembangkan pendapat-pendapat orang lain. Sangat sering terjadi bahwa suatu
pendapat yang tampaknya tidak berguna atau lucu akan memicu pendapat orang lain yang
ternyata menjadi sangat bernilai tinggi.
Langkah-langkah Curah Pendapat:
1. Sampaikan bahwa kita akan melakukan curah pendapat. Berikan penjelasan tentang
aturan main curah pendapat jika peserta belum memahaminya. Ingatkan kembali
bahwa di saat ada peserta yang sedang menyampaikan pikirannya, para peserta lain
tidak boleh membahas atau mengkritik;
2. Berikan pengantar;
3. Ajukan pertanyaan terbuka;
4. Minta peserta menjawab. Dapat dengan menulis di kertas atau menjawab bergilir secara
lisan;
5. Tampilkan jawaban dalam bentuk daftar, diagram, tabel, ataupun mindmap. Tuliskan
semua jawaban di papan tulis;
6. Olah dan diskusikan jawaban-jawaban tersebut.
30
Manual Pelatihan Dasar HAM: PEGANGAN FASILITATOR