Bagian I Mengelola Pelatihan Partisipatif
menyadari kesalahan mereka, sehingga tidak terperangkap dalam jebakan yang sama di
masa mendatang. Kedua, orientasi latihan yang menekankan pada proses. Jika orientasi
latihannya adalah proses, teknik pengamatannya berbeda-beda. Jika peserta menggunakan
pendekatan penyelesaian masalah, seperti curah pendapat, yang penting untuk diamati
adalah bagaimana mereka dapat melakukan proses curah pendapat tersebut. Pada konteks
ini, proses curah pendapatnya akan jadi jauh lebih penting daripada penyelesaian masalahnya
itu sendiri. Jika proses seperti ini yang dilakukan, Anda tidak boleh mengintervensi selama
proses itu berlangsung. Baru pada akhir latihan Anda akan memberikan penilaian seberapa
efektif latihan itu dilaksanakan. Untuk latihan yang menekankan pada proses, semakin lama
satu kelompok diamati, semakin baik. Jika Anda mengamati dari awal hingga akhir, Anda
tentunya dapat melakukan kaji ulang (review) dengan lebih baik.
Bagaimana Melakukan Kaji Ulang (Review)?
1. Untuk studi kasus yang berorientasi materi, kaji ulang dapat difokuskan pada aspekaspek berikut ini:
l
Seberapa akurat peserta dapat mengidentifikasi masalah;
l
Seberapa realistis solusi yang ditawarkan;
l
Apakah ada kelompok yang salah dalam menarik interpretasi, atau gagal menyadari
pentingnya informasi-informasi tertentu, dan mengapa hal itu terjadi;
l
Aspek-aspek yang sulit atau mudah dipahami oleh peserta, dan apa alasan-alasannya;
l
Pertimbangan-pertimbangan apa yang terlintas di dalam benak peserta, seandainya
kasus yang dijadikan studi kasus tersebut benar-benar terjadi menimpanya;
l
Jika hasil dirasa tidak memuaskan, gali mengapa itu terjadi; dan sekaligus mencoba
untuk mencari solusi agar hal tersebut tidak terjadi lagi di masa mendatang.
2.
Jika memungkinkan, bandingkan hasil kerja dari tiap-tiap kelompok. Gali kesamaan
dan perbedaannya. Gunakan pengetahuan Anda untuk menjelaskan setiap aspek yang
disalahtafsirkan atau diabaikan dalam kesimpulan kelompok. Hal ini harus dilakukan
juga untuk mengisi aspek-aspek belajar yang mungkin terlewatkan.
Untuk studi kasus yang berorientasi proses, kaji ulang dapat difokuskan pada seberapa
efektif proses latihan tersebut dilakukan. Aspek-aspek yang dapat dikaji adalah:
l
Seberapa baik peserta mampu mengelola prosesnya;
l
Perbandingan antara persepsi peserta dan catatan yang dibuat oleh fasilitator dan
pengamat lain. Akan lebih mudah jika fasilitator dapat mengungkapkan kejadiankejadian khusus yang dilihat selama proses.
Jika kaji ulang dilakukan untuk melihat kemampuan individu dalam proses, seperti
kemampuan komunikasi atau negosiasi, akan lebih kondusif melakukannya di dalam
kelompok kecil daripada dalam forum besar. Kaji ulang keseluruhan kelompok dapat
dilakukan setelahnya untuk mendiskusikan isu-isu utama. Dalam kelompok kecil, orang
dapat lebih jujur mengungkapkan kemampuan dan kelemahannya.
Jika materi ataupun proses dipandang penting untuk dikaji, kaji lebih dulu materi, baru
28
Manual Pelatihan Dasar HAM: PEGANGAN FASILITATOR