2. Menjadi Fasilitator Pelatihan Partisipatif Fasilitator dan Peserta Pelatihan Fasilitator akan berhadapan dengan orang-orang yang akan berubah, baik pandangannya, sikapnya, maupun perilakunya dalam menghadapi masalah. Dapat saja orang tersebut (peserta pelatihan) menolak perubahan. Sumber penyebabnya dapat berasal dari pelatihan itu sendiri, mungkin pula karena campur tangan fasilitator sendiri. Karena itu, fasilitator hendaknya memberi perhatian yang cukup besar pada ragam peserta latihan dalam mengikuti acara pelatihan. Menghadapi berbagai macam karakter peserta pelatihan, pelatihan partisipatif dimaksudkan bukan hanya untuk mengembangkan pengetahuan, tapi lebih dalam lagi adalah karakter para partisipannya agar mereka lebih memiliki kendali atas perubahan yang mempengaruhi dirinya. Karakter yang ingin dikembangkan agar peserta pelatihan memiliki kendali yang lebih besar atas perubahan yang mempengaruhi dirinya, baik pribadi maupun kelompok, adalah sebagai berikut: l l l l Kepercayaan Diri Membangun kepercayaan diri kelompok dan individu adalah membangun kesadaran bahwa peserta pelatihan memiliki kemampuan analisis dan kreatif untuk mengenali dan memecahkan masalah mereka. Penguatan Kapasitas Penguatan ini terjadi ketika seseorang membangun dan memperkuat kelompoknya, dia tengah mengembangkan kapasitas bertindak bersama. Pengembangan Sumber Daya Setiap peserta pelatihan mempunyai potensi untuk menyumbangkan kemampuannya bagi kelompok. Pelatihan partisipatif berusaha mengembangkan kreativitas kelompok dan individu dalam memecahkan masalah. Perencanaan Aksi Perencanaan aksi (tindakan) untuk memecahkan masalah merupakan aspek yang penting dari pelatihan partisipatif. Perubahan hanya dimungkinkan jika individu (bersama dengan kelompok) merencanakan dan melakukan tindakan yang diperlukan. Manual Pelatihan Dasar HAM: PEGANGAN FASILITATOR 7

Select target paragraph3