Model rancangan ini bersandar pada prinsip- prinsip pendidikan orang dewasa.
Sehingga training hanya menyediakan kerangka kerja, sedangkan peserta terlibat dalam
proses mutual learning, yaitu belajar dan mengajar. Pendidikan orang dewasa ini juga
menekankan pada praktik yang dilakukan secara terus-menerus.
Metode partisipatoris tidak memposisikan relasi guru-murid. Metode ini tidak membedakan
adanya pihak yang diajar dan yang mengajar karena semua orang aktif belajar. Demikian
pula dengan fasilitator yang akan memfasilitasi proses pelatihan ini. Sebagai orang yang
akan memandu selama berlangsungnya proses pelatihan, fasilitator ini pun pada dasarnya
akan turut serta dalam proses belajar sebagaimana para peserta pelatihan.
Dalam metode partisipatoris, fasilitator tidaklah ditempatkan sebagai seorang guru atau
narasumber yang serba-tahu, melainkan orang yang memandu dan membantu jalannya
proses pelatihan. Dalam hal ini, fasilitator akan lebih banyak berperan untuk menjelaskan
hal-hal yang harus dilakukan oleh para peserta dan menyediakan bahan-bahan yang
dibutuhkan. Selain itu, fasilitator berfungsi sebagai moderator di dalam berbagai diskusi
yang diadakan untuk mengkaji ulang dan menganalisis hasil-hasil yang dicapai di setiap
tujuan modul.
Bahan belajar yang disediakan untuk para peserta berupa rangkuman materi, instrumeninstrumen HAM, dan sebagainya. Bahan ini lebih difungsikan sebagai bahan referensi karena
yang akan menjadi sumber utama bahan belajar dalam pelatihan ini adalah pengetahuan
dan pengalaman yang telah dimiliki oleh diri peserta itu sendiri.
Pada dasarnya fasilitator yang menggunakan metode partisipatoris menekankan pada
prinsip menggali, menyajikan mulai dari fakta-fakta sampai melakukan analisis.
Pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki oleh para peserta itulah yang kemudian
akan disistematikakan kembali, dan menjadi sumber utama bahan belajarnya. Para peserta
bakal diajak untuk menyusun, mengolah, sekaligus mempelajari secara bersama-sama semua
bahan belajarnya itu melalui sejumlah tugas dan kegiatan yang dilakukan oleh para peserta.
Tugas dan kegiatan ini akan bervariasi, dari mengumpulkan data dan informasi, menganalisis
persoalan, menentukan tujuan, mengambil keputusan, menguraikan hasil pembelajaran,
sampai pada mengevaluasi dan merefleksikan kembali tindakan yang dilakukan di masa lalu.
Semua kegiatan ini diberikan untuk membantu para peserta dalam mengenali kekuatan dan
kelemahan yang ada pada dirinya sendiri, khususnya yang berkenaan dengan persoalan di
seputar hak asasi manusia.
Manual Pelatihan Dasar HAM: PEGANGAN FASILITATOR
xv