MANUAL PELATIHAN HAM KORPS BRIGADE MOBIL (BRIMOB) KOMISI NASIONAL HAK ASASI MANUSIA
REPUBLIK INDONESIA 2018
MODUL 1
EVALUASI DAN RENCANA TINDAK LANJUT
Sesi 1
Evaluasi
A. Pengantar Materi
Evaluasi bukanlah bagian yang terpisah dari proses sebuah pelatihan atau pembelajaran.
Evaluasi pelatihan diartikan sebagai penetapan kriteria keberhasilan beserta indikatornya.
Suatu program latihan memang sangat perlu untuk dievaluasi sebab dengan evaluasi akan
diketahui seberapa banyak materi dan metode pelatihan ini bisa mengubah pengetahuan,
pemahaman, sikap dan bahkan perilaku peserta sesuai dengan yang diharapkan.
Evaluasi pelatihan memiliki fungsi sebagai pengendali proses dan hasil sebuah
pelatihan sehingga akan dapat dijamin suatu proses pelatihan yang sistematis, efektif dan
efisien. Evaluasi pelatihan juga diperlukan untuk mengetahui seberapa besar penerapan
materi dan metode yang didapat peserta dalam memberikan arti atau pengaruh pada
dirinya, kelompok dan organisasinya.
Dalam evaluasi pelatihan yang dilakukan menyeluruh dengan melihat aspek persiapan,
proses pelaksanaan, ruang lingkup, materi, narasumber, fasilitator, metode, fasilitas
serta pencapaian hasilnya. Berdasarkan hasil evaluasi ini, pelaksana dapat menentukan
pertimbangan, keputusan, kesimpulan maupun perubahan atas pelatihan yang dilaksanakan.
Terdapat model evaluasi pelatihan yang dikembangkan pertama kali oleh Donald. L.
Kirkpatrick (1959) dengan menggunakan empat level untuk mengkategorikan hasil-hasil
pelatihan. Keempat level tersebut adalah level reaksi, pembelajaran, perilaku dan hasil.
Model ini yang sering digunakan. Keempat level dapat dirinci sebagai berikut :
1. Level 1 : Reaksi
Reaksi dilakukan untuk mengukur tingkat reaksi yang didisain agar mengetahui opini
dari para peserta pelatihan mengenai pelatihan, mengetahui sejauh mana daya
serap peserta pelatihan pada materi pelatihan yang telah diberikan. Selain itu juga
untuk menilai aspek perilaku dimana diharapkan setelah mengikuti pelatihan terjadi
perubahan tingkah laku peserta. Pada aspek hasil, evaluasi dilakukan untuk menguji
dampak pelatihan terhadap kelompok kerja atau organisasi secara keseluruhan.
Evaluasi reaksi ini sama halnya dengan mengukur tingkat kepuasan peserta pelatihan.
Komponen-komponen yang termasuk dalam level reaksi ini yang merupakan
acuan untuk dijadikan ukuran. Komponen-komponen tersebut berikut indikatorindikatornya adalah :
a. Instruktur/ pelatih. Indikator-indikatornya adalah kesesuaian keahlian pelatih
dengan bidang materi, kemampuan komunikasi dan ketermapilan pelatih
dalam mengikut sertakan peserta pelatihan untuk berpartisipasi.
b. Fasilitas pelatihan. Indikator-indikatornya adalah ruang kelas, pengaturan
suhu di dalam ruangan dan bahan dan alat yang digunakan.
100
Select target paragraph3
Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents