MANUAL PELATIHAN HAM KORPS BRIGADE MOBIL (BRIMOB) KOMISI NASIONAL HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA 2018 Metode-metode yang dikembangkan dalam pelatihan partisipatori bersifat dinamis dan manual ini mencoba untuk memperkenalkan beberapa metode yang dapat dikembangkan dan menemukan metode-metode baru untuk diterapkan dalam pelatihan. Memilih metode yang tepat dalam pelatihan berpengaruh pada mudah tidaknya sebuah materi atau pembelajaran diterima oleh peserta. Metode yang lebih mengedepankan komunikasi satu arah, tidak partisipatif, lambat laun mulai ditinggalkan oleh para penyelenggara pelatihan. Metode-metode baru yang dibangun bertujuan untuk membangun pola pikir kritis analisis bagi peserta. Selain itu juga bertujuan untuk menata pengalaman dan pengetahuan yang telah dimiliki peserta sebelumnya untuk selanjutnya mengembangkan pengalaman dan pengetahuan tersebut menjadi pengetahuan baru yang mereka hasilkan dalam proses pembelajaran. Di bawah ini beberapa metode yang dapat dipakai: a. Diskusi Kelompok Diskusi kelompok adalah metode dasar dalam pelatihan partisipatori dan banyak digunakan dalam berbagai macam pelatihan. Metode ini membagi peserta ke dalam beberapa kelompok, setiap kelompok mendapatkan masing-masing tema untuk didiskusikan. Berilah waktu beberapa menit (10-30 menit) untuk masingmasing kelompok mendiskusikan masing-masing tema tersebut. Setelah berdiskusi, presentasikan hasil diskusi masing-masing kelompok dan lakukan proses tanya jawab untuk mendiskusikan hasil dari masing-masing kelompok. b. Continuum Metode continuum adalah salah satu metode yang digunakan agar para peserta pelatihan mampu menganalisa sebuah kasus, menentukan analisa apa yang terbaik, dan mengungkapkan alasan atas analisa tersebut. Metode ini meminta analisa peserta tentang sebuah peristiwa. Sebagai contoh, akan ditampilkan peristiwaperistiwa yang terjadi di masyarakat lalu meminta analisa peserta apakah peristiwa tersebut masuk kategori pelanggaran HAM atau bukan. c. Pemutaran Film Metode pemutaran film adalah metode yang mengandung unsur hiburan sekaligus pengetahuan bagi peserta pelatihan HAM bagi Polisi. Tema film dapat dipilih sesuai dengan tema pelatihan yang dilakukan. Perlengkapan yang perlu disiapkan untuk mendukung penggunaan teknik ini adalah proyektor (LCD) dan tata suara yang baik. Awalilah teknik ini dengan menjelaskan mengenai film yang akan diputar. Sedikit resensi film akan lebih baik sebagai pengetahuan awal bagi para peserta. Setelah pemutaran film fasilitator dapat berdiskusi dengan para peserta dalam format 5W1H (what, when, who, why, where, how). d. Studi Kasus Studi kasus adalah metode partisipatif dengan menyajikan bahan tertulis berisi latar belakang, kronologi kejadian atau gambaran keadaan tertentu baik rekaan maupun sungguhan, yangdilengkapi dengan data pendukung. Dengan studi kasus, peserta belajar menganalisis bahan belajaratau memikirkan pemecahan dari masalah yang disajikan. Tujuan utama dari metode studi kasus ini adalah berlatih keterampilan untuk menganalisis informasi, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan. 7

Select target paragraph3