PENGADILAN RNASIONAL PERANG INTE UAN N TA KEJAHA REMP TERHADAP PE SEMBER 2001 DE 4 N SA TU KEPU komunikasi perintah, ­distribusi, r­apat dengan penyalur dan bisnis praktis lainnya”, sekitar 3.000 p ­ erempuan Korea dibeli dan dibawa ke timur laut Cina199. Sumber lain menambahkan bahwa jumlah perempuan Korea yang dibeli untuk tujuan ini mencapai 8.000200 hingga 10.000 201. Bukti menunjukkan bahwa rencana awalnya adalah merekrut “comfort women” Jepang, tetapi tidak mencapai jumlah yang cukup, jadi perempuan Korea-lah yang dibeli. 202. Selama masa perang Asia-Pasifik, militer Jepang terus mendirikan ­fasilitas yang dirancang untuk memberikan pelayanan seksual bagi t­entaranya. Seperti paparan memilukan dalam kesaksian berikut ini; f­asilitas tersebut bukan kompleks pelacuran dengan pekerja seks yang sukarela menjadi tempat tentara Jepang melepaskan k­etegangan s­ eksual ­ secara aman dan nyaman. Melainkan, inilah tempat--­ hotel, ­rumah, tenda, gua, dan pabrik-- terjadinya horor kekejaman yang tak terperi, tempat p ­ erempuan diperbudak di luar keinginannya, d­iperkosa berkali-kali dan diperlakukan secara brutal selama berbulan-bulan ­ atau bahkan bertahun-tahun, semata-mata demi keuntungan dan p­emenuhian ­kebutuhan seksual personil militer Jepang. Wan Aihua, salah seorang korban-penyintas yang membeberkan bukti kehadapan Pengadilan ini, bersaksi bahwa tentara Jepang menangkap dirinya pada 1943 ketika ia berusia 14 tahun. Wan Aihua mengatakan: Saya dibawa ke sebuah lubang. Dalam lubang tersebut t­ erdapat ­sebuah ruangan, dan saya dibawa kebelakang lubang dan diperkosa di sana. Tempat itu seperti gua, kemudian saya t­iba-tiba ditelanjangi, semua pakaian saya dilepas dan mereka m ­ ­ engancam saya... mereka akan ­membunuh saya bila saya b ­ erbicara, bila saya mengeluarkan kata-kata apa pun. Jadi saya sangat t­ akut; saya tak mampu berkata apa-apa. Lima serdadu masuk pada saat yang bersamaan dan mereka m ­ emperkosa saya... seperti ­perkosaan massal... Saya ditawan di sana cukup lama dan tiap hari saya diperkosa.... Saya merasa tidak ada pilihan lain k­ ecuali ­mematuhi mereka. Tentu saja saya melawan tapi saya tak punya ­pilihan.... tiap hari saya diikat ke pohon dan diperkosa. Setiap hari tentara Jepang datang dan saya diperkosa. Testimoni Wan Aihua menuturkan, ia sempat melarikan diri tetapi ­tertangkap kembali oleh tentara Jepang tak lama kemudian, lalu ia 70

Select target paragraph3

Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents