PENGADILAN RNASIONAL
PERANG INTE UAN
N
TA
KEJAHA
REMP
TERHADAP PE SEMBER 2001
DE
4
N
SA
TU
KEPU
Beberapa “comfort station” militer didirikan secara bersamaan di Cina
Utara pada paruh pertama tahun 1938. Menurut saksi ahli Profesor
Yoshimi, pada 1938, Okabe181, Kepala Staf Tentara Wilayah Cina
Utara pimpinan Jenderal TERAUCHI, menulis “Peringatan tertulis atas
Perlakuan terhadap Penduduk Lokal oleh Personil dan Satuan Militer”,
yang memerintahkan setiap satuan di bawah k
omandonya
untuk
mendirikan “comfort station”. Okabe berpendapat bahwa
fasilitas
t
ersebut diperlukan untuk “membasmi wabah” p
emerkosaan yang
langsung memicu amarah dan reaksi anti-Jepang di kalangan penduduk
Cina. Komentarnya patut diperhatikan:
Menurut berbagai laporan, pemicu sentimen anti-Jepang yang cukup
tinggi adalah tersebarnya berita perkosaan yang dilakukan personil militer
Jepang di berbagai daerah...Tentu saja o
rganisasi mempertahankan
diri...yang telah melawan sekuat tenaga p
erkosaan dan penjarahan yang
dilakukan para tentara sejak z aman dahulu, menjadi bangkit, dan saat
ini hampir seluruh penduduk lokal di setiap wilayah tersulut amarahnya,
khususnya akibat tindak perkosaan, dan mereka berani b
alas dendam
bila perlu sampai mati.... Oleh karena itu, perkosaan tidak hanya ilegal,
tetapi juga telah merusak ketertiban publik dan mengganggu aktivitas
tempur militer secara keseluruhan. Kita harus mengecamnya sebagai
pengkhianatan tingkat t inggi, yang membahayakan negara... Kita harus
membasmi wabah a ksi-aksi ini. Komandan yang tidak memedulikan
perintah ini akan
dianggap sebagai bawahan yang tidak loyal.....
Penyediaan fasilitas kenyamanan seksual sesegera mungkin sangatlah
penting, [agar dapat] mengeliminasi kasus-kasus pelanggaran larangan
[untuk memerkosa] akibat tidak adanya fasilitas 182
.
November 1938, Pasukan ke-21 Jepang pimpinan Jenderal ANDO
bergerak ke Cina bagian selatan. Menurut “Laporan Masa Perang
(Sehubungan dengan Jalur Komunikasi),” sampai dengan April tahun
berikutnya, tentara Jepang telah mensupervisi sekitar 1.000 “comfort
women” pada wilayah di mana satuan polisi militer ditempatkan183.
Menurut bukti-bukti, sekitar 850 orang dikelola oleh tentara dan 150
lainnya dikelola perorangan dibawah komando P
asukan ke-21 184
.
Pasukan ke-21 menyampaikan permohonan kepada Kementerian
Dalam Negeri dan Gubernur Jenderal Taiwan, didalam dokumen
berjudul “
Penyelidikan terhadap Perempuan yang Melakukan
68
Select target paragraph3
Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents