PENGADILAN RNASIONAL PERANG INTE UAN N TA KEJAHA REMP TERHADAP PE SEMBER 2001 DE 4 N SA TU KEPU kejahatan tersebut diterima dalam persidangan dan hal ini berarti bahwa kekerasan seksual diakui ada didalam yurisdiksi Tribunal 400. Seorang saksi berkesaksian tentang kekerasan seksual dan penghinaan terhadap perempuan di kamp konsentrasi, menyeleksi mereka untuk dipakai di “ranjang prostitusi” dan sebagai pelayan rumah tangga: Di Auschwitz ada tempat prostitusi untuk SS dan satu lagi untuk staf laki-laki yang disebut “Kapa”. Kalau butuh pelayan, SS datang bersama Oberaufseherin, komandan kamp perempuan, untuk menyeleksi. Mereka akan menunjuk seorang perempuan muda, yang kemudian ditarik dari barisan oleh Oberaufseherin. Mereka lalu memeriksa seluruh tubuhnya dan mengolok-olok; dan jika dia dianggap cantik dan mereka menyukainya, mereka akan memperkerjakannya seijin Oberaufseherin, dan kemudian memerintahkan perempuan itu untuk selalu mematuhi semua perintah mereka.401 Penuntut Rusia menyajikan bukti-bukti perkosaan dan kekerasan seksual lainnya misalnya mutilasi payudara : Di desa Semenovskoe... tentara Jerman mengikat lengan Olga Tikhonova, perempuan 25 tahun istri seorang anggota tentara merah dan ibu tiga orang anak, dengan ranting-ranting pohon. Olga saat itu sedang hamil tua diperkosa. Setelah selesai, tentara Jerman menyayat lehernya, menusuk kedua payudaranya, lalu dengan sadis melubanginya. 402 Pada sejumlah kasus semua perempuan diperkosa di desa. Sebagian dari mereka dipaksa menjadi budak seksual di tempat prostitusi. Seringkali para korban kemudian dibunuh: Perempuan dan anak-anak gadis disemua daerah yang diduduki diperkosa secara keji. Di suatu desa Ukraina bernama Borodayevka... para fasis memerkosa semua perempuan... Di desa Berezkova,... tentara Jerman yang mabuk menyerang dan menculik nyaris semua perempuan berusia antara 16 dan 30 tahun... Di Kota Smolensk, Komando Jerman membuka tempat prostitusi untuk perwira di salah satu hotel, dan ratusan perempuan belia dijebloskan kesana ; diseret sepanjang jalan... Di manamana, gangster Jerman yang penuh nafsu mendobrak masuk ke rumahrumah, memerkosa gadis dan perempuan di depan kerabat maupun anak-anak mereka, menistakan mereka dan kemudian membunuhnya 210

Select target paragraph3

Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents