Temuan
FAKTA-FAKTA
bahwa ketika ia dan “comfort woman” lainnya mencoba melawan, “kami
dihardik akan diperlakukan apa saja sekehendak mereka.” Teng Kao PaoChu mengatakan mereka memanggil para perempuan dengan namanama yang merendahkan.
Para perempuan dirampas hak asasinya atas tubuh dan seksualitas
mereka, juga hak-hak mendasar lainnya seperti kebebasan bergerak,
keterkaitan dengan keluarga dan kerabat, serta kemampuan untuk
melahirkan dan membesarkan anak.
Sejumlah saksi yang ditahan di berbagai wilayah geografis bersaksi
bahwa mereka diberi nama Jepang sebagai tanda pengenal mereka di
“comfort stations” dan para tentara memanggil mereka dengan namanama tersebut. Ada yang dijuluki dengan nama, adapula dengan
nomor kamar. Kim Bok-Dong menuturkan tentara memberi nama sama
kepada beberapa perempuan karena nama tersebut populer di antara
mereka. Jan Ruff O’Herne bersaksi bahwa semua nama yang diberikan
kepadanya adalah nama bunga. Kesaksiannya : menejer memajang foto
semua perempuan dengan nama Jepang tertulis di bawahnya, agar
memudahkan para tentara untuk memilih. Obyektifikasi semacam ini
berhasil ‘menjauhkan’ para perempuan dari identitas pribadi maupun
nasionalnya, dan mendapatkan cap obyek seks milik Jepang sebagai
gantinya.
Julukan-julukan baru tersebut masih ditambahi dengan ejekan rasis dan
cibiran-cibiran lainnya. Kim Yong-Suk dari Korea bersaksi, “Saya memberi
tahu nama saya adalah ... dan mereka merespon, ‘Nama itu jelek sekali
dan nama barumu adalah Otaka.’” Tentara yang lain memanggilnya
dengan berbagai nama yang hina terkait ke Korea-annya.
11.Penelantaran setelah Perang – Upaya Pulang Kembali ke
Rumah dan Pembauran dengan Masyarakat
Sejumlah “comfort women” dibunuh menjelang perang berakhir,
sementara lainnya tidak dipedulikan lagi dan ditinggalkan begitu saja
di wilayah yang jauh dari tempat tinggalnya semula. Banyak kesaksian
menyatakan militer Jepang meninggalkan “comfort stations” saat perang
telah berakhir dan menelantarkan para perermpuan itu menghadapi
sendiri berbagai hambatan yang menghadang mereka u
ntuk
133
Select target paragraph3
Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents