PENGADILAN RNASIONAL PERANG INTE UAN N TA KEJAHA REMP TERHADAP PE SEMBER 2001 DE 4 N SA TU KEPU lakinya ditahan saat ia diculik, diizinkan keluar ­ mencarinya seiring pembunuhan pemuda-pemuda Cina yang dilakukan tentara Jepang. Ia tidak berhasil menemukan saudaranya, tetapi sangat­­ traumatik ­menyaksikan sejumlah pemuda Cina dipenggal kepalanya. Larangan keluar juga dikuatkan oleh rancan bangun “comfort station” yang mirip penjara. Ada pintu-pintu yang terkunci, tentara dan ­polisi militer bersenjata yang berjaga-jaga, anjing penjaga, pagar kawat ­ ­berduri sekeliling . bangunan, dan jendela yang berjeruji. Beberapa “comfort station” ­terletak di markas militer atau garnisun. Hambatan lain agar p ­ erempuan sulit melarikan diri adalah hadirnya banyak sekali tentara di sekitar “­comfort station”. Tentara tersebut akan menangkap dan ­mengembalikan perempuan yang berhasil melarikan diri, sebagaimana dijelaskan ­ ­Mardiyem. Keinginan melarikan diri juga dihambat oleh ketiadaan sumber daya, ketidakmampuan bahasa, ketidakpahaman seluk-beluk ­tempat/­negara asing, dan berbagai bahaya yang terkait situasi perang. Hal ini juga menyebabkan para perempuan tidak bisa pulang ke daerah asalnya, walaupun mungkin berhasil melarikan diri. Song Shin-Do dan Mun ­Pil-Gi menceritakan berbagai faktor yang membuat mereka tidak bisa melarikan diri. Song Shin-Do mengatakan, “Karena tidak tahu sedang berada di mana, tidak tahu bahasanya, tidak punya uang, tidak tahu cara naik kereta, dan daerah itu dikelilingi oleh tentara, bagaimana mungkin melarikan diri.” Mun Pil-Gi berkata, “Saya tidak mungkin melarikan diri, karena saya harus tahu seluk-beluk daerahnya ; kami dikelilingi kawat berduri dan pos-pos militer, lagipula saya masih muda dan takut.” Seperti telah dibahas di atas, perempuan yang melarikan diri dan tertangkap kembali mengalami berbagai bentuk penyiksaan yang ­ amat kejam. Menurut kesaksian Kim Gun-Ja, penyiksaan terhadap ­perempuan yang berusaha melarikan diri didepan publik berguna ­untuk ­mengintimidasi dan mencegah perempuan lain melakukan h ­ al yang sama. Setelah menyaksikan pengelola ”memukuli seorang p ­ erempuan secara keji” ia bersaksi “bermimpi melarikan diripun tidak.” 130

Select target paragraph3

Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents