PENGADILAN RNASIONAL
PERANG INTE UAN
N
TA
KEJAHA
REMP
TERHADAP PE SEMBER 2001
DE
4
N
SA
TU
KEPU
Seorang saksi lain mengatakan, ia tidak tahu telah mengidap sifilis
sampai saat anak laki-lakinya lahir dengan sejumlah gejala. Kesaksian
ahli menunjukkan bahwa tingkat penyakit kelamin yang diderita
mantan “comfort women” sangat tinggi dibandingkan penduduk Korea
lainnya, bahkan jika dibandingkan dengan populasi yang sangat aktif
secara seksual.
Penyakit-penyakit lainnya juga merajalela, dan tidak ada perawatan
medis yang tersedia selain untuk penyakit kelamin. Lu Mang-Mei
bersaksi ia terkena malaria ketika sedang hamil. Menurutnya bayinya
setelah
dilahirkan karena penyakit itu. Song Shin-Do bertestimoni
‘comfort women’ banyak yang terkena tuberkulosa, malaria, dan p
enyakit
kelamin. Yang sakit dipindahkan ke kamar-kamar kecil yang terpisah. Di
dalam kamar itu juga ada mayat dari orang-orang mereka yang tewas
akibat pemboman”
Keseriusan penyakit ditunjukkan oleh dokumen pemeriksaan rutin
perempuan-perempuan dari dua “comfort stations” di Iloilo, Filipina,
yang mencatat tingginya tingkat keseriusan penyakit pada sekelompok
30 perempuan dalam waktu enam bulan292. Ini terkait gonorrhoea. Para
perempuan juga menderita infeksi vagina, radang vagina, eksema
vagina, metritis, radang usus, dan radang tenggorokan.
Penganiayaan para perempuan yang jatuh sakit kadangkala sampai
pada tingkat pembunuhan. Pak Yong-Sim bersaksi bahwa di Nanking,
“comfort women” yang terkena penyakit akhirnya mati karena siksaan
itu, atau dilempar ke sungai, atau dibawa pergi.
(c) Pemeriksaan Medis Secara Paksa dan Penganiayaan
Sejumlah besar saksi menyatakan mereka mengalami pemeriksaan
rutin untuk penyakit menular seksual. Dalam laporan pemeriksaan
tersebut, kondisi alat kelamin mereka dicatat. Jan Ruff-O’Herne bersaksi,
“pemeriksaan tersebut sama parahnya dengan pemerkosaan,” dan
bahwa p
etugas medis membiarkan pintu ruang pemeriksaan terbuka
agar para tentara dapat menonton.
Beberapa kali, dokter juga memperkosa perempuan setelah memeriksa
mereka. Jan Ruff-O’Herne bersaksi ia mengadukan perkosaan yang
dialaminya kepada seorang dokter mengira dokter tersebut memiliki
moralitas yang lebih tinggi, sangat terkejut bahwa dokter tersebut
126
Select target paragraph3
Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents