Temuan FAKTA-FAKTA Beberapa perempuan yang dipaksa masuk ke perbudakan seksual di ­Malaysia, sebelumnya pernah bekerja sebagai pekerja seks ­komersial. Penderitaan mantan pekerja seks komersial yang dipaksa menjadi budak seks digambarkan berikut ini. Menurut ingatan Fusayama Takao, s­ eorang perwira Korp Signal divisi Pengawal Kerajaan ­ [kemudian m ­ enjadi ­anggota Akademi Jepang], pada Februari 1942 tentara Jepang m ­ embuka “­comfort station” di Singapura250. Iklan ­disuatu surat kabar berbahasa Cina menjanjikan gaji besar bagi “hostes, berusia 17 sampai 28 tahun” yang ingin melamar. Mereka lalu m ­ enyeleksi ­pekerja seks komersial, yang digambarkan sebagai orang-orang yang berada dalam “dunia yang memalukan” 251. Menurut F­usayama Takao,rekrutmen dilakukan oleh staf Markas Besar Pasukan ­ke-25 dan cukup banyak perempuan yang sebelumnya s­ impanan t­entara ­Inggris maupun pekerja seks komersial yang jatuh miskin mendaftarkan diri. Para perempuan itu menyetujui perjanjian kerja mereka, dengan pikiran bahwa mereka hanya akan harus melayani satu orang tentara setiap harinya. Ketika mereka tahu bahwa jumlah tentara tersebut tidak t­erbatas, mereka protes menolak melayani sedemikian banyak tentara yang mengantri di luar “comfort station”. Jadi sehabis para perempuan itu melayani lima serdadu, tentara yang ditugasi berusaha mencegah masuknya pengunjung lain, tetapi hal ini menyebabkan terjadinya k­ erusuhan di antara para serdadu. Alhasil tentara ”mengikat tangan dan kaki para perempuan ke tempat tidur mereka,” dan memaksa mereka terus melayani serdadu yang tersisa252. Rosalind Saw bersaksi melalui video bahwa pada suatu malam di t­ahun 1943, saat ia berusia sekitar 24 tahun, tentara Jepang menculiknya dari rumah dan anak-anaknya. Ia dibawa naik kereta lori ke fasilitas “­comfort” di Penang, Malaysia, yang dikelola oleh seorang perempuan tua ­berkebangsaan Jepang dan berisi perempuan-perempuan ­keturunan Cina dan Malaysia. Ia diberi nama Jepang, Hanako. Ia menceritakan ­pengalamannya di Penang: Setiap orang satu kamar.... Kami tidak boleh berteman. Kami dilarang ­melarikan diri. Ha! Tentara Jepang akan memancung kepalamu. Tidak hanya serdadu Angkatan Darat, tapi juga serdadu lainnya. Setiap orang sama. Pagi 20 orang, siang 20, malam 20. Satu hari, 60 orang. Tidak ada­­libur untuk kami....Selama tiga tahun, banyak tentara yang tidak mau pakai kondom. Pada malam hari, para perwira bertindak kejam.... ­menjambak rambut.... setelah mereka menendangmu. Mereka ­menyeret 93

Select target paragraph3

Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents