Temuan FAKTA-FAKTA Kedua dokumen menjelaskan bahwa para perempuan dipekerjakan dengan kontrak dan kontrak tersebut tidak disepakati se cara sukarela. Laporan OWI menunjukkan bahwa agen Jepang merekrut perempuan melalui penipuan. Para perempuan itu menyatakan bahwa menurut para perekrut, tugas yang akan mereka kerjakan adalah m ­ emberikan ­ pelayanan penghiburan, seperti menjenguk tentara yang terluka, ­memasang perban, dan “secara umum membuat para tentara ­bahagia”. Laporan OWI menunjukkan bahwa mayoritas perempuan yang ­menjadi sasaran perekrutan ternyata tidak berpendidikan. Selain itu, laporan ini juga menjelaskan bahwa perempuan-perempuan tersebut tidak d­itugaskan untuk merawat tentara yang cedera dalam ­lingkungan yang aman dan nyaman, tapi malah dipaksa melakukan pelayanan s­eksual dan ditawan selama masa “tugas” mereka di daerah sekitar a­ rena ­peperangan. Pengeboman Sekutu memaksa mereka b ­ ersembunyi di lubang-lubang perlindungan, dan beberapa bom mengenai ­“comfort station”, sehingga melukai dan membunuh banyak perempuan yang hidup di dalamnya. Laporan OWI juga menunjukkan bahwa para ­perempuan diperintahkan untuk mengikuti tentara yang mundur, tetapi kemudian ditinggalkan begitu saja oleh tentara tersebut. Laporan OWI menunjukkan bahwa perempuan-perempuan belia dan muda tersebut menandatangani kontrak untuk patuh pada p­eraturan militer Jepang dan bekerja kepada “kepala rumah” selama enam ­bulan sampai setahun. Panjangnya periode kontrak tergantung pada ­besarnya uang yang diterima oleh keluarga yang bersangkutan. Hal ini juga dikonfirmasi Buletin SEATIC yang menjelaskan termin kontrak serta metode mendapatkan mereka. Buletin SEATIC mengungkapkan bahwa p ­ engelola setiap “comfort station” membeli perempuan dari k­eluarganya d ­ engan harga 300 sampai 1000 yen per orang, “sesuai dengan k­ epribadian, penampilan, dan umur [mereka],” dan karenanya perempuan itu kemudian menjadi “miliknya”. Laporan OWI m ­ enyatakan bahwa para perempuan “dipancing” untuk “mendaftarkan diri untuk comfort service” dengan “diberikan uang di muka sebesar beberapa r­ atus yen”. Laporan OWI menggambarkan fasilitas “comfort” di Burma s­ ebagai “mendekati mewah ... jika dibandingkan dengan tempat-tempat ­lainnya”, khususnya tentang ketersediaan makanan, alat mandi dan ­kebersihan, dan uang untuk membeli barang dan berbelanja di kota.67 45

Select target paragraph3