Temuan
FAKTA-FAKTA
embesarkan anak tiri atau anak angkat. Mereka bekerja keras untuk
m
menghidupi keluarga dan diri mereka sendiri, kebanyakan sebagai
buruh kasar atau pegawai bergaji rendah, yang harus dilakukan dengan
apapun kondisi fisik serta psikis mereka. Entah terkena penyakit, cacat,
ataupun mengalami penderitaan emosional. Harus mampu bertahan
ditengah kemarahan, kebencian, pengucilan, dan ketidak n
ampakkan.
Mereka berupaya menemukan kesenangan dalam perkawinan atau
membangun kembali hidup sebagai lajang di dalam masyarakat
patriarkal yang menghargai perempuan dari peran mereka dalam
keluarga.
Akhirnya, para perempuan tegar dan berani ini berbicara untuk publik,
mengakhiri kebisuan dan rasa malu yang telah b
erlangsung bertahuntahun. Mereka menemukan keberanian dan inspirasi dari sesamanya, dan
kekuatan yang dihasilkan justru m
endorong perempuan-perempuan
lain senasib untuk tampil dan membangun jaringan ‘saling dukungan’
serta memberikan saluran untuk mengekspresikan penderitaan yang
telah dialami melakui kesaksian-kesaksian mereka. Mantan “comfort
women” yang selamat telah membantu menggalang pergerakan sedunia
untuk mengecam tindak kekerasan seksual terhadap perempuan dalam
perang.
Selama 50 hingga 60 tahun sejak berakhirnya perang, para penyintas
perkosaan dan perbudakan seksual tak henti-henti bergumul dengan
kenangan yang mengerikan maupun berbagai dampak jangka panjang
kekerasan seksual, baik itu cedera fisik yang meninggalkan bekas luka,
rasa sakit yang berkepanjangan, kecacatan, penderitaan mental dan
emosional yang sesuai dengan apa yang dijabarkan ahli sebagai stres
pasca-trauma, maupun berbagai kerusakan pada kapasitas dan s istem
reproduksi serta hancurnya hubungan sosial didalam pernikahan,
pekerjaan dan komunitas.
1. Kerusakan Kesehatan
Berkepanjangan
dan
Penderitaan
Fisik
yang
Banyak saksi yang menyatakan bahwa mereka sampai saat ini masih
mengalami rasa sakit ditubuhnya, memiliki cacat atau bekas luka yang
diakibatkan oleh pemukulan, penyiksaan, dan tentu saja kekerasan
seksual yang dilakukan terhadap mereka.
145
Select target paragraph3
Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents