PENGADILAN RNASIONAL PERANG INTE UAN N TA KEJAHA REMP TERHADAP PE SEMBER 2001 DE 4 N SA TU KEPU adalah sebuah bangunan besar yang disekat-sekat dengan papan kayu lapis menjadi sejumlah kamar kecil, untuk mengurung para perempuan itu. Rosalind Saw menjabarkan, kamar di sebuah “comfort station” di ­Malaysia memiliki “satu ranjang, satu meja”. Seorang mantan serdadu, Teruma Megumi, menggambarkan “comfort station” yang berada di garis depan daerah Kweilin, Cina dalam memoarnya : “pada barak-barak kayu, terdapat lima kamar kecil sekitar lima meter persegi, dan diluarnya lantai tanah untuk menanggalkan sepatu”. Pada kasus lainnya, cukup banyak perempuan yang harus berbagi kamar. Testimoni Suhanah menyatakan bahwa di “comfort station” di ­Bandung, tempatnya diperbudak, ada “kamar khusus untuk ­pemerkosaan” yang mempunyai dua ranjang dan dua perempuan harus ­melayani ­tentara pada saat yang sama. Marta Abu Bere bersaksi bahwa di Timor Leste, sejumlah perempuan diperkosa bersamaan diruang yang sama m ­ asingmasing di setiap sudutnya. Saksi lainnya menjelaskan bahwa mereka dikurung di kamar dan ­dilarang berbicara dengan perempuan lainnya. Song Shin-Do, yang d ­ itawan di beberapa lokasi di Cina, serta Ms.X dan Rosalind Saw, yang ­ditawan di Malaysia, juga memberikan kesaksian serupa. Tomasa Salinog, yang ­ditawan di sebuah “rumah besar” di Filipina, dan Maxima Regala de la Cruz, yang ditawan di sebuah garnisun di Filipina, bersaksi bahwa ­mereka tetap dikurung di kamar yang sama sejak pertama kali tiba. Testimoni seorang saksi lainnya,di garis depan, para serdadu m ­ endirikan sebuah tenda yang digunakan untuk “comfort station”. Sedangkan dua saksi lainnya menjelaskan bahwa mereka diperbudak di gua-gua. Di ­Taiwan, polisi lokal memaksa Lin Shen-Chung (Iyang-Apay) b ­ ekerja s­ ebagai penjahit untuk militer Jepang dan tidak mengijinkannya ­pulang ; demikian berlangsung selama tiga bulan,sampai seorang Wakil ­Kapten bernama Narita, membawanya ke sebuah gua di pegunungan yang tadinya digunakan untuk menyimpan kotak-kotak. Di tempat itu ia ­dipaksa melakukan hubungan seks dengan banyak serdadu Jepang. Di Cina, tentara menangkap Aihua Wan, menyeretnya ke dalam sebuah gua besar dan beramai-ramai memperkosanya pada malam pertama, dan terus begitu setiap hari setelahnya. Ada juga “Comfort stations” di garis depan yang merupakan unit ­bergerak yang “berpindah-pindah mengikuti tentara”, sebagaimana ­ kesaksian 118

Select target paragraph3

Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents