PENGADILAN RNASIONAL
PERANG INTE UAN
N
TA
KEJAHA
REMP
TERHADAP PE SEMBER 2001
DE
4
N
SA
TU
KEPU
penulisan ulang sejarah kemerdekaan republik kita tercinta ini dengan
memasukkan masalah sistim perbudakan seksual ini dalam kurikulum
pelajaran sejarah, haruslah segera dilakukan. Ide ini sudah pernah
disampaikan kepada pemerintah yang menjanjikan akan segera
mengubah buku sejarah tersebut namun sampai sekarang belum
juga terwujud. Padahal, hanya dengan demikian saja hutang sejarah
kita kepada mereka, kaum perempuan kita, para ibu kita yang menjadi
korban kejahatan perang itu, sebagian kecil dapat dilunasi. Sementara
itu di tingkat Internasional, terdapat gerakan utuk mendesak PBB,
untuk menjadikan tanggal 14 Agustus sebagai International Memorial
Day for Comfort Women. Meski belum diterima oleh PBB, perayaan
pertama telah diselenggarakan oleh para penyintas dan aktivis di
negara-negara korban tersebut.
Dalam kesempatan ini saya ingin menyampaikan terimakasih yang tak
terhingga kepada almarhum Ibu Mardiyem, Ibu Suharti, Ibu Suhana
dan Ibu Ema Kastimah (yang baru beberapa bulan lalu meninggal
dunia) yang telah dengan berani menyampaikan kisah kekejaman
tentara Jepang yang dialaminya di depan publik khususnya di
hadapan pengadilan rakyat di Tokyo pada tahun 2000 itu. Terimakasih
yang tak terhingga juga saya sampaikan kepada semua korban sistim
perbudakan seksual tentara Jepang yang tak dapat kami sebutkan satu
persatu, yang telah dengan berbesar dan bermurah hati membagikan
pengalaman hidupnya yang pahit namun sangat berharga. Spirit
dan pengorbanan ibu semua, akan tetap menghidupi perjuangan
kami melawan perang dan menghapuskan segala bentuk kekerasan
terhadap perempuan demi dunia yang damai. Bagi saya, anda semua
adalah ibu bangsa.
Terimakasih juga saya sampaikan kepada seluruh team “Penuntut
Umum” Indonesia yang terdiri dari Asnifriyanti Damanik, Antarini Arna,
Mauliate Situmeang (almarhum) dan saya sendiri sebagai ketua
Penuntut Umum serta Lexi Rambadetta yang telah mendokumentasikan
seluruh proses persiapan khususnya dokumentasi kesaksian-kesaksian
yang dipresentasikan dalam pengadilan rakyat tersebut. Kemudian
terima kasih juga saya sampaikan kepada Mina watanabe yang telah
membantu saya mengumpulkan fakta-fakta dan bukti dari arsip
Jepang.
Secara khusus saya ingin menyampaikan terimakasih kepada Koalisi
Perempuan Indonesia yang telah mendukung proses pelaksanaan dan
xiv