Temuan
FAKTA-FAKTA
Beberapa perempuan Jepang dijual orang tuanya kepada militer
Jepang karena kemiskinan, atau ditipu menjadi budak seks dengan janji
pekerjaan sebagai juru ketik atau pembantu rumah tangga 281. Adapula
laporan bahwa perempuan Korea yang tinggal di Jepang rutin ditipu
untuk menjadi “comfort women” 282.
Terlepas dari pernah/tidaknya bekerja sebagai pekerja seks, sah/tidaknya
usia, atau apakah mereka datang sukarela atau ditipu pada kenyataannya
banyak perempuan Jepang yang dibeli, sebagaimana p
erempuan
lainnya di seluruh Asia, lalu dipaksa masuk ke dalam s istem perbudakan
seksual sebagai “comfort women” 283. “Comfort women” Jepang biasanya
dikerahkan bekerja ke p
ulau-pulau barat daya Jepang284, khususnya
285
Okinawa ) juga di A
wacha, Miharashitei, Keizuka, Kangestutei, dan
Gunjinkaikan 286. Di Pulau Hainan juga terdapat “
comfort women”
287
Jepang .
Meski awalnya target perekrutan adalah pekerja seks, telah dewasa
dan datang sukarela, agar tidak dikecam masyarakat karena memaksa
perempuan bangsanya sendiri masuk ke dalam perbudakan seksual,
bukti-bukti menunjukkan bahwa perempuan Jepang telah dipaksa
menjadi “comfort women” dan bekerja sebagai budak seks.
Berikut ini kami jelaskan beberapa karakteristik “comfort system.”
G. KARAKTERISTIK SISTEM PERBUDAKAN SEKSUAL
Berdasarkan bukti-bukti, para Hakim berkesimpulan bahwa sistem
perbudakan seksual militer Jepang, yang biasa disebut sistem “comfort
women”, merupakan standar dan bagian yang tak terpisahkan dari
perang agresif Jepang di seluruh wilayah Asia-Pasifik. Kebijakan dan
prosedur operasinya ditetapkan pada tingkatan tertinggi Pemerintah
Jepang. Para Hakim juga berkesimpulan bahwa anak-anak gadis atau
perempuan dewasa di seluruh wilayah tersebut dikumpulkan melalui
penculikan, pewajiban militer, tekanan atau dengan cara menipu, lalu
dipaksa menjadi bagian dari sistem perbudakan seksual militer. Setelah
berhasil diperbudak, para perempuan belia dan dewasa t
ersebut
mengalami perkosaan tanpa henti, kadangkala secara massal, dan
bentuk-bentuk kekerasan dan penyiksaan seksual lainnya, dalam kondisi
penawanan yang tidak manusiawi.
103
Select target paragraph3
Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents