Temuan
FAKTA-FAKTA
bekerja di Markas B
esar P
angkalan Pasukan Khusus ke-25, setelah
“comfort women” Jepang dipulangkan ke
negaranya, markas besar
berencana membuka empat stasion baru berisi sekitar 100 perempuan
pribumi. Mereka menyeleksi perempuan yang paling menarik dan tidak
terkena penyakit kelamin. Perwira ini mengenang k esedihan dan rasa
tertekannya mendengar teriakan gadis-gadis Indonesia yang tak hentihentinya distasiun tersebut.” 262
Menurut sebuah laporan yang ditujukan kepada Kepala Skuadron
Pemulangan Kedua di Indonesia, di daerah Sulawesi [bagian selatan
Indonesia], terdapat 27 “comfort stations” berisi sekitar 281 perempuan
Indonesia baik yang masih belia maupun yang telah cukup dewasa.
Angkatan Laut Jepang berperan mengawasi 23 fasilitas berisi 223
perempuan yang dikelola oleh warga sipil, dan menanggung seluruh
pengeluaran untuk makanan dan pakaian perempuan-perempuan
tersebut. Tiga stasiun lainnya dikelola secara langsung oleh Angkatan
Laut, di bawah pengawasan Kepala Departemen Urusan Negara yang
bertindak seijin Direktur-Jenderal Administrasi AL263.
Pada umumnya perempuan pribumi dipaksa menjadi budak seks di
s
ekitar daerahnya sendiri, namun ada juga sejumlah mereka yang
dikirim ke berbagai pulau lainnya di Indonesia. Beberapa juga dikirim ke
Burma dan Filipina264.
Pada 1942, saat berusia 13 tahun, Mardiyem dipaksa menjadi “comfort
woman”. Di hadapan Pengadilan, Mardiyem bersaksi bahwa ia diwajibkan
bekerja setidaknya 10 jam setiap hari dan kadangkala sepanjang malam:
Jika berusaha melawan, Anda tahu sendiri saya akan mengalami
penyiksaan atau pelecehan. Jadi, saya tidak bisa berbuat apa-apa.
Semuanya seperti bekerja berdasarkan jam, jadi pukul 12 siang sampai
lima sore saya harus bekerja.... Ada waktu istirahat sebentar, namun
kemudian sepanjang malam, dari pukul tujuh sampai tengah malam
kami harus bekerja lagi. Jadi Anda dapat menghitung sendiri berapa jam
kami harus melakukan hal itu. Kadangkala dari jam 12 malam sampai
pagi hari, ada saja orang yang menginap.
Mardiyem hamil pada usia 14 tahun dan saat usia hamilnya lima b
ulan,
tentara Jepang menekan perutnya sampai janin yang dikandungnya
97
Select target paragraph3
Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents