PENGADILAN RNASIONAL
PERANG INTE UAN
N
TA
KEJAHA
REMP
TERHADAP PE SEMBER 2001
DE
4
N
SA
TU
KEPU
ke sebuah truk dan dibawa ke perwira militer yang memeriksa kami.
Tidak ada perempuan lain di barak rumah sakit selain kami. Saya terkena
sifilis dan diberi suntikan 606. Saya juga pernah hamil, tapi mengalami
keguguran. Saya disebut “Kumiko”atau “sembilan”, nomor kamar saya.
Ia juga bersaksi tidak berani melarikan diri, membayangkan hukuman
brutal untuk siapa pun yang melarikan diri tapi tertangkap kembali.
Satu setengah tahun kemudian, Kim Gun-Ja dipindahkan ke Kokashi,
sekitar 16 kilometer dari Huichun, Manchuria. Ia akhirnya dibebaskan
saat Korea merdeka pada 1944.
Saksi yang bernama Ha Sang-Suk baru berusia 16 tahun pada 1944,
ketika seorang pria Korea membawanya ke sebuah penginapan di
Provinsi Kyongsong. Pasangan pengelola penginapan itu memberinya
nama “Kimiko”. Mereka mengirim Ha Sang-Suk dan 40 perempuan [belia
dan dewasa] lainnya naik kereta api yang juga membawa tentara ke
Hankou melalui Pyongyang, Tenjin, Nanking, dan Wuhan. Di sana, mereka
dibawa ke sebuah rumah yang dikelola oleh pasangan dari Pyongyang.
Ha Sang-Suk mengingat bahwa mereka ”diperiksa oleh seorang dokter”
kemudian “diberikan obat dan suntikan untuk mencegah kehamilan”. Ia
juga mengingat bagaimana para perempuan “dihadirkan k ehadapan
d
epartemen militer yang menanggung jawabi “comfort stations”,
lengkap dengan surat izin yang menyatakan usia diatas 18 tahun. Umur
saya dinaikkan menjadi 18 tahun.” 235. Jadi, peraturan mengenai usia
minimum merupakan tipuan belaka. Ia melanjutkan c eritanya:
Dokter Jepang memberi tahu saya bahwa saya masih perawan lalu
seseorang yang usianya cukup tua untuk menjadi ayah saya meniduri
saya. Ia memperkosa saya dan mengatakan mulai malam ini saya akan
melayani tentara Jepang. Saya akan harus melayani lusinan tentara
Jepang setiap malam.
Ia kemudian menceritakan pengalamannya di fasilitas tersebut secara
lebih terperinci:
“Comfort station”itu terdiri dari dua lantai, sepertinya rumah ketiga
di .....desa itu. Di sana terdapat sekitar 20 kamar, semuanya berlantai
tatami.
Pertama kali, tiga serdadu Jepang masuk, dan setelah itu,
serdadu-serdadu melulu yang datang. Biasanya, dalam satu hari datang
84
Select target paragraph3
Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents