Temuan
FAKTA-FAKTA
an. Staff Officer Hara mengawasi langsung pendirian “comfort stations”
di Hankou dan timur-laut Cina. Selain menyediakan “comfort women”
Korea atas permintaan Pemerintahan-Jenderal Korea juga mengontrol
keluar masuknya warga sipil ke Hankou, berdasarkan perbandingan
fasilitas “comfort” dan penduduk di daerah tersebut219.
Pada 1943,setidaknya 11 fasilitas perbudakan seksual di Hankou, salah
satunya bernama Sansei-ro yang berisi setidaknya 150 p
erempuan Korea
belia dan dewasa, termasuk saksi, Ha Sang-Suk220. Seperti dijelaskan
sebelumnya, ada juga fasilitas “comfort” dengan “comfort women”
Korea di Guangdong Cina, yang telah terlebih dahulu didirikan. Pada
April 1939, sebagaimana kesaksian Oda Kiyoshi, seorang serdadu yang
bertugas menangani artileri berat, terdapat banyak “comfort stations” di
area Guangdong. Ia mengatakan:
Di salah satu “comfort station” ada tiga pria Korea tua, yang masingmasing beranak buah sekitar 50 “comfort women” Korea. Jadi semuanya
ada 100 sampai 150 perempuan disitu... Hampir semuanya adalah pekerja
seks komersial Korea [pelacur]. Sejumlah “comfort station” memiliki
guiangs [perempuan muda] dari Taiwan atau pekerja seks komersial dari
Kuangtung [Guangdong]. Menurut pekerja seks komersial Korea itu,
mereka melamar lowongan kerja sebagai perawat, tetapi malah dibawa
ke “comfort station”. Mereka telah dikelabui. Kebanyakan masih belia
berusia antara 18 sampai 24 tahun221.
Juga di Guangdong di salah satu fasilitas “comfort women” yang
diawasi oleh pasukan Divisi 21 pimpinan Jenderal ANDO, saksi-korban
Kim Bok-Dong dipaksa masuk ke dalam perbudakan seksual. Sekitar
seribu perempuan belia dan dewasa direkrut untuk “comfort stations”
di s
eputaran Guangdong222). Konsulat-Jenderal
Guangdong tentu
menyadari keberadaan fasilitas tersebut sehubungan dengan dokumen
yang menunjukkan bahwa ia mengetahui adanya sekitar 86 orang
yang terkait dengan “comfort station” militer di Guangdong 223). Pada
dokumen itu ada lampiran yang d
ikeluarkan oleh Konsulat Jenderal,
menunjukkan jumlah seluruh “comfort stations” yang ada di Guangdong,
Haikou, dan Hong Kong antara bulan April 1941 hingga Juni 1942 224.
Di Huichun, Manchuria, terdapat sekitar 20 hingga 30 rumah “comfort”;
yang mayoritas berisi perempuan Korea225.Ingatan seorang serdadu
79
Select target paragraph3
Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents