disebabkan semakin banyaknya perusahaan tambang di tanah papua, menjadi satu rantai timbulnya konflik di tanah papua. Sedangkan Human Rights Working Group (HRWG) dalam diskusi menyampaikan bahwa terdapat beberapa rekomendasi atau catatan dari hasil Sidang UPR Siklus Ketiga pada 2017 yang masih belum dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia. Pun, rekomendasi yang dihasilkan dalam UPR Siklus Keempat sebetulnya masih sama dengan UPR Siklus Ketiga. Adanya rekomendasi yang sama dari Siklus Ketiga dan Siklus Keempat atau rekomendasi berulang yang diperoleh oleh Pemerintah Indonesia menunjukkan ada permasalahan atau kendala dalam pelaksanaan rekomendasi. Maka, kemudian penting bagi LNHAM untuk melihat kembali bagaimana pemerintah mengimplementasikan rekomendasi-rekomendasi tersebut dan perlu adanya suatu mekanisme monitoring sebagai upaya pengawasan terhadap pelaksanaan rekomendasi oleh Pemerintah Indonesia. Selain itu, akan lebih baik apabila ada mekanisme atau sistem yang dapat mencegah keberulangan rekomendasi UPR bagi Pemerintah Indonesia. Adanya rekomendasi berulang yang diterima oleh Pemerintah Indonesia tentu menjadi alasan kuat atau urgensi untuk pelaksanaan rekomendasi UPR. Isu pelindungan pembela HAM juga menjadi fokus isu yang disuarakan oleh CSO dalam mendorong implementasi UPR. Rekomendasi terkait isu pelanggaran HAM yang berat serta pelanggaran HAM berat di masa lalu juga menjadi penting untuk dilaksanakan karena isu tersebut menjadi komitmen penyelesaian oleh Presiden RI. Pemerintah perlu benar membuktikan keseriusannya dalam pemenuhan tanggung jawab penanganan dan penyelesaian hak-hak asasi manusia di Indonesia. b. Diskusi Terarah dengan Kementerian, Lembaga Negara, dan CSO Diskusi dilaksanakan di kantor Komnas HAM pada 7 Agustus 2023, dengan mengundang narasumber dari Kementerian Luar Negeri, Kementerian Hukum dan HAM, serta INFID. Sedangkan peserta berasal dari berbagai perwakilan dari kementerian seperti Kemenko Polhukam, Kemen PPA, dan CSO diantaranya Kontras dan HRWG. Dalam pengantar diskusi, Mimin Dwi Hartono selaku Ketua Tim Penyusun Kajian Rekomendasi 25

Select target paragraph3